Lima Nama Mengerucut, Kursi Ketua PKB Sangihe Makin Panas Jelang Uji Kelayakan
Muscab PKB Sangihe yang digelar di Tahuna Beach Hotel and Resort, Kamis (16/04/2026).
SIGAPNEWS.CO.ID | SANGIHE — Peta persaingan menuju kursi Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kepulauan Sangihe mulai mengerucut. Lima nama resmi dikunci, menandai babak baru pertarungan politik internal yang kian memanas.
Momentum itu lahir dari pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) PKB Sangihe yang digelar di Tahuna Beach Hotel and Resort, Kamis (16/04/2026). Forum tertinggi di tingkat cabang ini tak sekadar seremonial, tetapi menjadi arena penentuan arah masa depan partai.
Lewat mekanisme yang dikawal langsung oleh sistem DPP, lima figur dinyatakan lolos sebagai calon Ketua DPC. Mereka adalah Jaumin Murahim Sahapudi, Fitri Lumiu, George Livingstone Pontoh, Ristam Pakaya, dan Muslim Sasikome.
Kelima nama ini bukan muncul tiba-tiba. Mereka merupakan hasil kombinasi antara pemetaan pusat dan aspirasi kader di daerah, yang kemudian disaring melalui proses Muscab yang berlangsung dinamis namun tetap terkendali.
Dengan ditetapkannya lima kandidat tersebut, persaingan kini memasuki fase krusial. Selanjutnya, mereka akan diuji dalam tahapan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) yang dijadwalkan berlangsung pada 26 April 2026 di Kantor DPW PKB Sulawesi Utara.
Tahapan UKK bukan sekadar formalitas. Di sinilah kapasitas kepemimpinan, rekam jejak, hingga arah visi politik para kandidat akan diuji secara mendalam oleh struktur partai. Hasilnya akan menjadi salah satu penentu siapa yang paling layak menakhodai PKB Sangihe ke depan.
Ketua DPC PKB Sangihe periode 2021–2026, Jaumin Murahim Sahapudi, menegaskan bahwa seluruh proses yang berjalan merupakan bagian dari komitmen partai dalam menjaga demokrasi internal.
“Ini bukan sekadar agenda rutin. Muscab adalah ruang bagi kader untuk berproses. Semua tahapan berjalan sesuai mekanisme, terbuka, dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Jaumin.
Ia juga memastikan bahwa lima kandidat yang lolos bukan figur sembarangan. Menurutnya, mereka adalah representasi kader terbaik PKB Sangihe yang telah melalui proses panjang di internal partai.
“Semua yang masuk dalam lima besar ini punya kapasitas. Tinggal bagaimana mereka membuktikan diri di tahapan berikutnya,” tambahnya.
Meski tensi kompetisi mulai terasa, Jaumin mengingatkan pentingnya menjaga soliditas partai. Ia menegaskan bahwa siapa pun yang nantinya terpilih harus menjadi milik bersama, bukan kelompok tertentu.
“Kompetisi itu biasa, tapi persatuan tetap yang utama. Kita ingin PKB Sangihe tetap kuat dan terus hadir di tengah masyarakat,” tegasnya.
Di bawah arah kepemimpinan Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar, partai memang tengah mendorong lahirnya pemimpin-pemimpin baru yang adaptif dan responsif terhadap dinamika zaman.
Kini, publik tinggal menunggu hasil UKK. Dari lima nama yang tersisa, satu akan muncul sebagai nahkoda baru membawa harapan, sekaligus tantangan besar untuk menguatkan posisi PKB di Bumi Tampungang Lawo.
Pertanyaannya, siapa yang paling siap? Waktu akan segera menjawab.(*)
Editor :Iskandar