Gempa 7,7 Magnitudo Guncang Sangihe, BMKG Minta Warga Ikuti Arahan Pemda dan Segera Evakuasi
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Naha Kabupaten Kepulauan Sangihe, Astrid Yesika Lasut,
SIGAPNEWS.CO.ID | SANGIHE – Suasana pagi di Kabupaten Kepulauan Sangihe mendadak berubah mencekam setelah gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang wilayah tersebut pada Senin (8/6/2026) sekitar pukul 07.37 WITA.
Guncangan yang dirasakan cukup kuat membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Sejumlah warga terlihat berkumpul di halaman rumah, lapangan, serta area terbuka sambil menunggu informasi resmi dari pemerintah dan instansi terkait.
Pantauan di beberapa lokasi menunjukkan bangunan dan tiang listrik bergoyang cukup kuat selama beberapa saat. Aktivitas masyarakat sempat terhenti karena banyak warga memilih meninggalkan rumah, kantor, maupun tempat usaha demi menghindari risiko yang tidak diinginkan.
Di sejumlah sekolah dan perkantoran, warga dan pegawai juga tampak keluar menuju area yang dianggap lebih aman.
Kepanikan sempat terjadi, terutama di wilayah pesisir yang langsung mengingat potensi tsunami pascagempa berkekuatan besar tersebut.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Naha Kabupaten Kepulauan Sangihe, Astrid Yesika Lasut, menjelaskan bahwa gempa bumi terjadi pada Senin (8/6/2026) pukul 07.37.42 WITA.
"Berdasarkan hasil analisis, gempa bumi memiliki magnitudo 7,7 dengan kedalaman 47 kilometer. Lokasi gempa berada pada koordinat 5,79 Lintang Utara dan 125,14 Bujur Timur," jelas Astrid.
Ia mengatakan, berdasarkan hasil pemodelan yang dilakukan, gempa tersebut berpotensi menimbulkan tsunami dengan status Siaga untuk wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe.
"Estimasi waktu tiba gelombang tsunami berdasarkan hasil pemodelan diperkirakan sekitar pukul 07.49.27 WITA," ujarnya.
Astrid mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun tidak mengabaikan peringatan yang telah disampaikan. Warga diminta terus mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah, BMKG, BPBD, TNI, Polri, maupun instansi terkait lainnya.
"Bagi masyarakat yang berada di wilayah pesisir dan daerah yang dekat dengan pantai agar segera melakukan evakuasi ke tempat yang lebih tinggi dan aman. Tetap mengikuti arahan pemerintah setempat sampai ada informasi lebih lanjut," tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat di sejumlah wilayah pesisir masih melakukan evakuasi mandiri sambil menunggu perkembangan informasi resmi terkait potensi tsunami yang dipicu oleh gempa tersebut.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan situasi guna memastikan keselamatan masyarakat serta mengantisipasi kemungkinan dampak lanjutan dari peristiwa tersebut.(*)
Editor :Iskandar