Diduga Ada Kejanggalan Penilaian, O2SN Pencak Silat Sangihe Dipertanyakan
Kolase: Sigapnews.co.id
SIGAPNEWS.CO.ID | SANGIHE — Pelaksanaan lomba pencak silat dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kabupaten Kepulauan Sangihe yang digelar di GOR Membara, Kamis (21/5/2026), menuai sorotan dari sejumlah pihak.
Dugaan kejanggalan dalam proses penilaian hingga minimnya penjelasan dari panitia dan wasit menjadi perhatian para pendamping maupun orang tua peserta.
Keluhan tersebut mencuat setelah hasil pertandingan diumumkan pada kategori seni putra. Salah satu pendamping peserta mengaku sempat terjadi perubahan hasil yang sebelumnya telah dibacakan oleh panitia.
“Awalnya sudah diumumkan pemenang putra dari SMP 1 Tahuna. Tapi kemudian disebut ada kesalahan perhitungan dari wasit,” ungkap salah satu pendamping peserta kepada wartawan.
Meski demikian, menurutnya pihak SMP 1 Tahuna menerima adanya kekeliruan teknis dalam penjumlahan nilai pada kategori putra dan tidak mempersoalkan hal tersebut.
Namun persoalan kembali muncul saat pertandingan kategori seni putri berlangsung. Sejumlah pendamping dan orang tua peserta mempertanyakan hasil penilaian yang dinilai tidak sesuai dengan penampilan peserta di arena pertandingan.
“Pada lomba putri kami merasa ada yang janggal dalam proses penilaian. Menurut kami, penampilan peserta dari SMP 1 Tahuna cukup baik dibanding peserta lain yang meraih juara 1 dan 2. Tapi hasil akhirnya kami berada di posisi juara 3, bahkan nilainya sama dengan juara 4,” lanjutnya.
Mereka mengaku sempat meminta penjelasan terkait rincian penilaian sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran bagi peserta ke depan. Namun permintaan tersebut disebut belum mendapat penjelasan secara terbuka.
“Ketika kami meminta penjelasan dan ingin melihat hasil nilai sebagai bahan perbaikan, pihak wasit belum memberikan hasil tersebut,” katanya.
Tak hanya itu, mereka juga mempertanyakan dugaan adanya wasit yang belum mengantongi lisensi resmi namun turut bertugas dalam pertandingan.
“Menurut informasi yang kami dapat, ada wasit yang belum berlisensi tetapi diberikan tugas dalam pertandingan,” ujarnya.
Sejumlah video suasana perdebatan usai pertandingan pun beredar di kalangan peserta dan pendamping. Mereka berharap adanya penjelasan terbuka agar persoalan tersebut tidak menimbulkan polemik berkepanjangan.
“Kami hanya ingin semuanya transparan. Kasihan anak-anak kalau mental mereka sampai down karena persoalan seperti ini,” tutur salah satu orang tua peserta.
Menurut mereka, O2SN bukan sekadar lomba biasa, melainkan ajang pencarian bakat siswa yang nantinya akan mewakili daerah hingga ke tingkat provinsi maupun nasional.
“O2SN ini ajang pencarian bakat siswa. Jadi harus benar-benar dijaga sportivitas dan profesionalismenya,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua IPSI Kabupaten Kepulauan Sangihe, dr. Aprikonus Loris, saat dikonfirmasi terkait polemik tersebut belum memberikan penjelasan rinci. Ia hanya menyampaikan bahwa pihak IPSI akan merilis penjelasan resmi melalui akun media sosial organisasi.
“Nanti dirilis di akun IPSI, karena sudah teknis penilaian,” singkat Loris saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Sabtu (23/5/2026).
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi terkait evaluasi penilaian maupun klarifikasi teknis dari panitia pelaksana O2SN cabang pencak silat tersebut. SIGAPNEWS.CO.ID juga masih berupaya meminta klarifikasi lanjutan terkait mekanisme penilaian dalam pertandingan tersebut.(*)
Editor :Iskandar