Musancab PDIP Sangihe Jadi Sorotan, Olly Singgung Konsolidasi hingga Pergantian Ketua DPRD
Ketua DPD PDI Perjuangan Sulawesi Utara, Olly Dondokambey didampingi Ketua DPC PDIP Sangihe, Denny Roy Tampi saat diwawancarai wartawan usai kegiatan.
SIGAPNEWS.CO.ID | SANGIHE - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, menghadiri serta membuka langsung kegiatan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDI Perjuangan se-Kabupaten Kepulauan Sangihe yang digelar di lantai dua Gedung Graha Imanuel Tahuna, Kamis (21/5/2026) sore.
Dalam wawancara bersama wartawan usai kegiatan, Olly Dondokambey menyampaikan bahwa pelaksanaan Musancab merupakan amanat Kongres VI PDI Perjuangan di Bali yang mewajibkan seluruh daerah menuntaskan konsolidasi partai hingga tingkat pengurus anak cabang pada Mei 2026.
“Kita bersyukur di Sulawesi Utara tinggal Kabupaten Sitaro yang belum melaksanakan Musancab dan nanti tanggal 29 Mei akan dituntaskan. Setelah itu dilanjutkan dengan musyawarah ranting oleh DPC sehingga konsolidasi organisasi selesai seluruhnya,” ujar Olly.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pengurus partai mulai dari tingkat DPD, DPC hingga PAC, di antaranya Reza Rumambi, Mauritz Mantiri, Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara, dr Andi Silangen, anggota DPR RI Rio Dondokambey, serta kader PDI Perjuangan di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Olly menjelaskan, setelah konsolidasi organisasi dituntaskan, partai akan mulai menjalankan program-program kemasyarakatan pada September 2026. Selanjutnya, pada tahun 2027, PDI Perjuangan akan mulai mempersiapkan kader-kader untuk menghadapi kontestasi legislatif maupun eksekutif.
“Intinya PDI Perjuangan siap menghadapi Pemilu dan Pilkada. Tapi kita mantapkan dulu organisasi dan konsolidasi internal partai,” katanya.
Ia juga berharap masyarakat Sangihe dapat menilai kader-kader PDI Perjuangan secara objektif serta memberikan masukan kepada partai terhadap figur-figur yang nantinya akan diusung sebagai calon legislatif maupun eksekutif.
Selain membahas konsolidasi partai, Olly turut menanggapi pertanyaan wartawan terkait pergantian Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe yang belakangan menjadi sorotan publik.
Menurutnya, pergantian tersebut telah melalui mekanisme partai dan prosedur yang berlaku.
“Itu merupakan mekanisme yang sudah kami lakukan. Surat persetujuan dari DPP sudah ada. Semua pimpinan DPRD di Sulawesi Utara juga mengikuti tes dan psikotes sehingga semuanya berjalan sesuai prosedur dan mekanisme,” jelasnya.
Menanggapi pandangan sejumlah pengamat politik yang menilai pergantian Ketua DPRD Sangihe terlalu cepat, Olly menegaskan bahwa pimpinan DPRD sebelumnya masih berstatus sementara sehingga perlu disesuaikan dengan mekanisme definitif sesuai aturan partai.
“Bukan hanya Sangihe, di Sulawesi Utara ada lima kabupaten yang mengalami pergantian pimpinan DPRD. Karena sebelumnya itu masih pimpinan sementara dan belum melalui mekanisme sesuai aturan,” tandasnya. (*)
Editor :Iskandar