Aksi Berani Bupati Michael Thungari di Kalama, Turun Langsung Panen Walet Dalam Gua
Ket. Foto 1: pintu Gua tempat sarang Walet Foto 2: Bupati (tengah) saat di dalam Gua Foto 3: Bupati Menunjukkan hasil panen Sarang walet.
SIGAPNEWS.CO.ID | SANGIHE — Ada pemandangan tak biasa di Pulau Kalama, Kecamatan Tatoareng, Kamis (30/4/2026). Seorang bupati turun langsung menapaki jalur terjal, masuk ke dalam gua, lalu ikut memanen sarang burung walet bersama masyarakat. Sosok itu adalah Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari.
Kunjungan kerja yang awalnya diperkirakan berlangsung formal, justru berubah menjadi momen penuh kehangatan dan kedekatan antara pemimpin dengan rakyatnya.
Di tengah gelapnya gua dan aroma alam yang khas, Bupati Michael memilih hadir bukan sekadar melihat dari jauh, tetapi merasakan sendiri bagaimana kerasnya perjuangan warga mencari nafkah.
Langkah demi langkah ia menelusuri lorong gua bersama para pemanen. Tak ada jarak, tak ada sekat. Yang terlihat hanyalah seorang pemimpin yang ingin tahu, ingin belajar, dan ingin menyatu dengan kehidupan masyarakatnya.
Wajah antusias tampak jelas dari Bupati muda yang dikenal energik itu. Sesekali ia tersenyum, berbincang dengan warga, lalu menyaksikan bagaimana sarang burung walet dipanen dengan penuh kehati-hatian.
Bagi Michael Thungari, pengalaman itu bukan sekadar kunjungan kerja biasa. Ada pelajaran hidup yang ia bawa pulang.
“Tentu ini menjadi pengalaman berharga bagi kami. Kami bisa melihat langsung proses panen sarang burung walet, masuk ke gua, dan merasakan bagaimana perjuangan masyarakat. Ada risiko, ada bahaya, tapi masyarakat tetap menjalaninya demi keluarga dan kehidupan,” ungkap Thungari.
Ucapan itu terasa tulus. Sebab hari itu, ia benar-benar melihat dari dekat kerasnya realita yang selama ini mungkin hanya terdengar lewat laporan.
Keberadaan sarang burung walet di Pulau Kalama sendiri menjadi salah satu potensi besar daerah dan turut memberi kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Karena itu, Bupati menegaskan pentingnya menjaga kelestarian habitat walet agar terus menjadi berkah bagi generasi mendatang.
“Ini anugerah Tuhan yang luar biasa. Harus dijaga bersama, dirawat, supaya tetap lestari dan bisa dinikmati anak cucu kita nanti,” pesannya.
Namun yang paling menyentuh justru datang dari warga setempat. Mereka mengaku bangga karena baru kali ini melihat seorang bupati turun langsung masuk ke lokasi panen.
“Sudah ada beberapa bupati datang ke pulau ini, tapi baru Pak Michael Thungari yang turun langsung ke goa dan ikut panen bersama masyarakat. Ini kebanggaan besar bagi kami,” ujar Kepala Desa Kalama, Eksplandriks Kahimpong.
Bagi warga, kehadiran pemimpin yang rela menginjak tanah yang sama, menembus gelap gua yang sama, dan merasakan risiko yang sama, adalah bentuk perhatian yang tak bisa dinilai dengan angka.
Kunjungan itu pun terasa semakin lengkap. Selain panen bersama warga, Bupati juga menghadirkan pelayanan pengobatan gratis, bantuan bagi siswa sekolah, serta pasar murah untuk masyarakat.
Di Pulau Kalama, hari itu masyarakat tak hanya melihat seorang bupati datang membawa program. Mereka melihat seorang pemimpin datang membawa hati.(*)
Editor :Iskandar