Hadapi Perbaikan Palapa Ring, Bupati Thungari: Jaringan Melemah Bukan Hilang
Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe Michael Thungari saat memberikan sambutan pada acara Halal Biihalal yang diselenggarakan oleh lima masjid di kampung Naha dan Naha 1. Sabtu (11/4/2026)
SIGAPNEWS.CO.ID | SANGIHE — Kekhawatiran masyarakat terkait potensi gangguan jaringan telekomunikasi di Kabupaten Kepulauan Sangihe akhirnya mendapat penjelasan langsung dari Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari.
Di sela-sela sambutannya saat menghadiri kegiatan Halal Bihalal yang digelar lima masjid di Kampung Naha dan Naha 1, Sabtu (11/4/2026), Bupati menegaskan bahwa gangguan jaringan yang akan terjadi mulai pertengahan April ini bukan berarti jaringan hilang total, melainkan hanya mengalami penurunan kualitas atau melemah.
“Perlu kami sampaikan kepada masyarakat, ini bukan jaringan hilang. Tapi memang akan berkurang kemampuannya karena ada pekerjaan perbaikan,” ujar Thungari.
Gangguan tersebut terjadi seiring dilaksanakannya perbaikan partial cut Palapa Ring Tahuna–Melonguane, yang merupakan jalur vital komunikasi melalui kabel bawah laut.
Berdasarkan informasi terbaru dari Dinas Komunikasi dan Informatika Daerah bersama Komdigi, layanan internet di wilayah Sangihe masih dapat diakses pada 16 April 2026, sebelum dilakukan pemutusan sementara jaringan.
Adapun proses pemutusan jaringan dijadwalkan mulai 17 April 2026 pada malam hari, sebagai bagian dari tahapan pekerjaan perbaikan.
Bupati menjelaskan, perbaikan ini sangat penting mengingat saat ini jaringan komunikasi di wilayah tersebut hanya ditopang satu jalur aktif.
“Saat ini jalur kita tinggal satu. Kalau sampai putus tanpa perbaikan, bisa memakan waktu berbulan-bulan bahkan sampai tahunan. Karena itu, ini harus dilakukan sekarang,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa pekerjaan ini telah dipersiapkan sejak tahun sebelumnya, sehingga durasi pengerjaan diupayakan seefisien mungkin.
“Sudah direncanakan dengan baik, sehingga hanya memakan waktu sekitar sembilan hari atau bahkan bisa lebih cepat,” tambahnya.
Selama proses perbaikan berlangsung, kapasitas jaringan diperkirakan hanya akan berjalan sekitar 30 persen dari kondisi normal.
Artinya, layanan dasar seperti telepon, SMS, dan pesan singkat masih dapat digunakan, meskipun akses data akan terasa lebih lambat.
“Chat masih bisa, telepon juga masih bisa. Tapi untuk kirim video atau foto tentu akan lebih lambat,” ungkap Thungari.
Melalui penjelasan ini, Bupati mengimbau masyarakat untuk tidak panik serta tetap bijak dalam menggunakan jaringan selama masa perbaikan berlangsung.
“Ini hanya sementara. Yang penting masyarakat tahu, jaringan itu tidak hilang, hanya melemah. Jadi tidak perlu panik,” pungkasnya.(*)
Editor :Iskandar