DPRD Sangihe Beri Penghormatan Terakhir untuk HRM, Sosok Panutan dan Bapak Pembangunan
DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe, Rabu (11/03/2026), saat menggelar penghormatan terakhir bagi almarhum Drs. Hironimus Rompas Makagansa, M.Si (HRM)
SIGAPNEWS.CO.ID | SANGIHE — Suasana haru dan penuh duka menyelimuti Gedung DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe, Rabu (11/03/2026), saat lembaga legislatif setempat menggelar penghormatan terakhir bagi almarhum Drs. Hironimus Rompas Makagansa, M.Si (HRM), tokoh besar Nusa Utara yang dikenal sebagai birokrat sarat prestasi, mantan Bupati Kepulauan Sangihe periode 2011–2016, sekaligus Ketua Komisi I dan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sangihe.
Di ruang lembaga rakyat yang menjadi tempat pengabdian terakhirnya, jenazah almarhum disemayamkan dalam peti berbalut kain Merah Putih. Pemandangan itu menjadi simbol penghormatan atas perjalanan panjang pengabdian almarhum kepada daerah, bangsa, dan masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Tubuh almarhum memang telah terbujur kaku dalam keheningan abadi, namun semangat perjuangan, keteladanan, dan jejak pengabdiannya tetap hidup dalam ingatan banyak orang. Gedung DPRD yang selama ini menjadi saksi kontribusi pemikiran dan dedikasinya, pada hari itu berubah menjadi ruang penghormatan penuh haru atas kepergian seorang tokoh yang begitu dicintai.
Bagi jajaran DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe, kepergian almarhum bukan sekadar kehilangan seorang anggota dewan. Lebih dari itu, wafatnya HRM menjadi kehilangan mendalam atas sosok panutan, pemimpin, dan figur yang selama ini banyak memberi warna dalam perjalanan lembaga legislatif.
Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe, Ferdy Sondakh, dalam sambutan penghormatan terakhirnya, tak mampu menyembunyikan rasa duka yang mendalam. Dengan suara yang sarat kesedihan, ia menyebut almarhum sebagai putra terbaik Kabupaten Kepulauan Sangihe sekaligus sosok yang layak dikenang sebagai Bapak Pembangunan.
“Karena semasa hidup almarhum punya perjuangan hidup sebagai birokrat ulung, sampai bisa berhasil menjadi Bupati dan saat ini juga sebagai Ketua Komisi 1 dan Ketua Fraksi PDIP di DPRD Sangihe,” ucap Ferdy.
Menurut Ferdy, selama berada di DPRD, almarhum dikenal sebagai sosok yang sangat aktif, kaya pengalaman, dan selalu menghadirkan ide-ide besar dalam setiap pelaksanaan tugas lembaga.
Secara organisasi, kehadiran almarhum memberi kontribusi yang sangat berarti dalam penyampaian gagasan, pandangan, dan arah kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Sehingga sejak mendengarkan duka cita ini, sungguh kami lembaga DPRD sangat-sangat merasa kehilangan orang yang menjadi panutan bagi kami sebagai anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe,” tutur Ferdy.
Ia menegaskan, almarhum bukan hanya hadir sebagai legislator senior, tetapi juga sebagai guru politik dan panutan moral bagi banyak anggota DPRD.
Pengalaman panjang almarhum sebagai birokrat dan kepala daerah menjadi sumber inspirasi yang sangat berharga dalam proses pembelajaran dan penguatan peran DPRD sebagai lembaga pengawasan, penganggaran, dan legislasi.
Bagi banyak anggota dewan, HRM adalah sosok yang meski tenang dalam bersikap, namun tegas dalam prinsip. Ia dikenal memiliki pandangan luas, pemikiran tajam, serta semangat besar untuk melihat Sangihe terus bergerak maju.
Ferdy juga mengingatkan kembali bahwa dalam masa kepemimpinan almarhum sebagai Bupati Sangihe periode 2011–2016, terdapat fondasi penting pembangunan daerah yang terus dikenang hingga kini. Salah satu gagasan besar yang melekat dalam kepemimpinan almarhum adalah mewujudkan Kabupaten Kepulauan Sangihe sebagai Kabupaten Bahari yang Sejahtera dan Bermartabat.
Menurutnya, visi besar itu bukan sekadar slogan, tetapi telah diwujudkan melalui berbagai program dan kebijakan yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong kemajuan daerah kepulauan.
“Kami yakin karya dan pengabdian almarhum akan menjadi penyemangat bagi kami DPRD dan pemerintah daerah untuk melanjutkan tujuan pembangunan Kabupaten Kepulauan Sangihe,” ungkap Ferdy.
Penghormatan terakhir yang digelar di Gedung DPRD Sangihe itu pun berlangsung khidmat. Nuansa kehilangan begitu terasa, seolah seluruh sudut gedung lembaga rakyat itu sedang mengenang jejak langkah seorang tokoh yang telah menorehkan sejarah penting dalam perjalanan pemerintahan dan pembangunan daerah.
Kepergian HRM meninggalkan duka yang mendalam, tidak hanya bagi keluarga besar DPRD, tetapi juga bagi masyarakat Sangihe secara luas. Sosoknya yang pernah berada di puncak pemerintahan daerah, lalu kembali mengabdi di lembaga legislatif, menjadi bukti bahwa pengabdian baginya bukan sekadar jabatan, melainkan panggilan hidup.
Di mata banyak orang, almarhum adalah figur yang telah mengabdikan hampir seluruh energi, pikiran, dan waktunya untuk Sangihe. Dari birokrasi, pemerintahan, hingga parlemen daerah, jejaknya tersebar dalam berbagai fase penting pembangunan daerah.
Di penghujung penyampaiannya, Ketua DPRD Ferdy Sondakh juga menyampaikan ungkapan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan, seraya berharap Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan kekuatan dan penghiburan di tengah suasana duka.
“Atas nama Lembaga DPRD Sangihe saya menyampaikan duka yang mendalam, dengan harapan semoga keluarga yang ditinggalkan selalu mendapatkan kekuatan penghiburan dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Selamat jalan Bapak Pembangunan Sangihe,” tutup Ferdy.
Penghormatan terakhir di Gedung DPRD Sangihe hari itu bukan hanya menjadi prosesi pelepasan jenazah, tetapi juga menjadi penanda bahwa almarhum Hironimus Rompas Makagansa telah meninggalkan warisan besar, keteladanan, gagasan, dan semangat pengabdian yang akan terus hidup dalam perjalanan Kabupaten Kepulauan Sangihe ke depan.(*)
Editor :Iskandar