Megah! Pembukaan Piala Bupati Sangihe Disebut Setara Event PON
Pembukaan Piala Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe 2026. Senin (13/4/2026) malam.
SIGAPNEWS.CO.ID | SANGIHE — Atmosfer panas penuh semangat langsung terasa saat Mega Pembukaan Turnamen Tinju Amatir Piala Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe resmi digelar, Senin (13/4/2026) malam, di GOR Membara, Kelurahan Manente, Kecamatan Tahuna. Sorak sorai penonton menggema, menandai dimulainya ajang bergengsi yang mempertemukan ratusan petinju dari beberapa daerah di Indonesia.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, didampingi Ketua TP-PKK Cherry Thungari Soeyoenus. Turut hadir Wakil Bupati Tendris Bulahari bersama sekertaris TP-PKK Agnes Bulahari Walukow dan jajaran, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, pejabat Pemkab Sangihe, serta perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sulawesi Utara yang mewakili Gubernur. Tak hanya itu, Ketua Harian Pertina Sulut, technical delegate, pengurus Pertina Sangihe, wasit hakim, pemilik sasana, hingga ratusan atlet dan official turut memadati arena.
Ketua Panitia, asisten satu Jonanis Pilat, dalam laporannya menyampaikan bahwa kejuaraan ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah bersama Pertina dalam membangkitkan kembali kejayaan tinju di Sangihe.
“Ini bukan sekadar turnamen, tapi bagian dari pembinaan atlet serta upaya mencari bibit-bibit potensial yang belum terpantau,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kejuaraan ini diikuti oleh 337 atlet dari 5 provinsi, yakni Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Jawa Barat, dan Papua Barat, yang berasal dari 36 sasana. Pertandingan akan berlangsung selama enam hari, mulai 13 hingga 18 April 2026, dengan mempertandingkan lima kategori, terdiri dari 288 atlet putra dan 49 atlet putri.
Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga diharapkan mampu mempererat persatuan, mengurangi angka kriminalitas melalui kegiatan positif, serta menjadi sarana promosi pariwisata daerah.
Perwakilan Gubernur Sulawesi Utara melalui Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga, Efta Rinny Mamahit, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia bahkan mengaku takjub dengan kemegahan GOR Membara.
“Seumur-umur baru kali ini saya naik ring dengan suasana semegah ini. Bahkan pembukaannya sudah seperti event PON,” ungkapnya.
Dalam sambutan tertulis Gubernur Sulut, ditegaskan bahwa olahraga bukan hanya aktivitas fisik, tetapi juga sarana pembentukan karakter, disiplin, dan semangat juang generasi muda.
“Melalui kejuaraan ini, kita sedang berinvestasi dalam pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter,” demikian disampaikan.
Sementara itu, Bupati Michael Thungari menegaskan bahwa Sangihe memiliki sejarah panjang sebagai daerah penghasil petinju hebat. Namun, menurutnya, kejayaan tersebut sempat meredup dan kini saatnya dibangkitkan kembali.
“Hari ini kita deklarasikan dari GOR Membara, Sangihe akan kembali menjadi ‘pabrik’ atlet tinju untuk Sulawesi Utara bahkan Indonesia,” tegas Thungari.
Ia juga menyebut turnamen ini sebagai bagian dari persiapan menuju PON Bela Diri yang akan digelar di Sulawesi Utara pada Juli mendatang. Bupati pun menitipkan pesan penting kepada para wasit agar menjunjung tinggi keadilan dalam setiap pertandingan.
“Tidak ada titipan. Semua atlet harus dinilai secara objektif. Yang pantas jadi juara, dialah yang menang,” tandasnya.
Lebih dari itu, Bupati juga melihat dampak ekonomi dari kegiatan ini, di mana selama enam hari ke depan GOR Membara akan menjadi pusat keramaian yang berpotensi menggerakkan UMKM lokal.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi tuan rumah yang baik serta menjaga fasilitas yang telah dibangun.
“Jangan buang sampah sembarangan, mari kita jaga aset ini untuk generasi berikutnya,” pesannya.
Dengan semangat sportivitas dan persaudaraan, Turnamen Tinju Amatir Piala Bupati Sangihe 2026 diharapkan menjadi momentum kebangkitan dunia tinju di daerah perbatasan tersebut sekaligus melahirkan petinju-petinju tangguh masa depan Indonesia. (*)
Editor :Iskandar