Halal Bihalal 5 Masjid di Naha, Bupati Thungari: Jaga Persatuan dan Bijak Bermedsos
Suasana Halal bihalal di kampung Naha. Sabtu (11/4/2026)
SIGAPNEWS.CO.ID | SANGIHE — Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai kegiatan Halal Bihalal dan silaturahmi yang digelar oleh lima masjid di Kampung Naha dan Naha I, Kecamatan Tabukan Utara, Sabtu (11/4/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum istimewa karena melibatkan lima rumah ibadah, yakni Masjid Darul Aksam Naha, Masjid Nurul Hidayah Naha, Masjid An Nima Naha, Masjid Al Makmur Naha I, serta Masjid Ashabul Kahfi Naha I, yang bersatu dalam satu ikatan kebersamaan pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Kepulauan Sangihe, Cherry S. Thungari Soeyoenus. Turut mendampingi Wakil Ketua TP-PKK Agnes Bulahari Walukow, unsur Forkopimda, Ketua MUI Sangihe, para kepala OPD, Camat Tabukan Utara, anggota DPRD, staf khusus Bupati, para Kapitaraung, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Thungari menyampaikan ucapan Idul Fitri kepada seluruh masyarakat yang hadir.
“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, saya mengucapkan Selamat Idul Fitri 1447 Hijriah, Minal Aidin Walfaizin, mohon maaf lahir dan batin,” ujar Thungari.
Ia mengaku terharu dan bangga melihat semangat kebersamaan masyarakat Tabukan Utara yang tetap terjaga dengan baik.
“Kegiatan seperti ini selalu menghadirkan rasa haru dan bangga, karena kita melihat langsung bagaimana masyarakat menjaga nilai persaudaraan, kebersamaan, serta warisan budaya kita di Nusa Utara. Halal bihalal bukan sekadar tradisi, tetapi sudah menjadi cara hidup,” ungkapnya.
Menurutnya, bersatunya lima masjid dalam satu kegiatan menjadi simbol kuat bahwa persatuan di tengah masyarakat masih terpelihara dengan baik.
“Ketika lima masjid bisa berkumpul dalam satu kebersamaan, ini adalah pesan kuat bahwa persatuan di Tabukan Utara tetap terjaga,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga etika dalam bermedia sosial di era digital saat ini.
Ia menekankan bahwa jika dahulu orang tua mengingatkan untuk menjaga ucapan, maka saat ini masyarakat juga harus mampu menjaga tulisan di media sosial.
“Sekarang bukan hanya kata yang terucap yang bisa melukai, tetapi juga yang kita tulis. Kadang jari kita lebih cepat daripada pikiran, dan tanpa sadar bisa menyakiti orang lain bahkan merusak hubungan yang sudah lama terjalin,” tegasnya.
Ia pun mengajak masyarakat menjadikan momen Halal Bihalal sebagai refleksi, tidak hanya untuk saling memaafkan secara lisan, tetapi juga diwujudkan dalam sikap dan cara berkomunikasi, termasuk di ruang digital.
Lebih lanjut, Bupati Thungari juga memberikan pesan khusus kepada generasi muda agar bijak dan produktif dalam menggunakan media sosial.
“Mari kita gunakan media sosial untuk hal-hal yang baik. Promosikan usaha kita, tampilkan keindahan alam Sangihe, dan tunjukkan bahwa masyarakat kita ramah, rukun, serta mendukung pembangunan,” ajaknya.
Ia menegaskan bahwa citra daerah
saat ini sangat dipengaruhi oleh apa yang ditampilkan masyarakat di media sosial.
“Orang luar mengenal daerah kita dari apa yang kita tampilkan. Jika yang dilihat baik, maka kepercayaan akan tumbuh dan peluang kemajuan semakin terbuka,” pungkasnya.
Kegiatan Halal Bihalal ini pun berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan, menjadi ruang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat nilai persatuan di tengah masyarakat Tabukan Utara. (*)
Editor :Iskandar