Teluk Petta Kembali Bergemuruh! Hadiah Rp10 Juta Siap Diperebutkan di Boat Race Championship 2026
Suasana rapat pengurus Dekopinda Kabupaten Kepulauan Sangihe bersama panitia dalam membahas kesiapan pelaksanaan Teluk Petta Boat Race Championship 2026 di Depute Cafe, Kampung Bowongkulu, Jumat (10/4/2026).
SIGAPNEWS.CO.ID | SANGIHE — Denyut Teluk Petta kembali bersiap berdegup kencang. Ajang bergengsi Teluk Petta Boat Race Championship 2026 dipastikan akan digelar dan menjadi magnet ribuan warga dari berbagai wilayah. Kepastian itu mengemuka dalam rapat Dekopinda Kabupaten Kepulauan Sangihe bersama sekertaris, bendahara dan jajaran pengurus lainnya serta panitia lokal yang kompeten dalam lomba tersebut, yang berlangsung di Depute Cafe, Kampung Bowongkulu, Jumat (10/4/2026).
Rapat tersebut dipimpin langsung Ketua Dekopinda, Abdul Azis Maaling, S.Ag. Dalam suasana penuh semangat, keputusan penting pun diambil, termasuk besaran hadiah yang akan diperebutkan para peserta.
“Setelah mendengar masukan dari pengurus dan organizing committee, kita putuskan hadiah juara satu lomba Pakura sebesar Rp10.000.000. Setuju?” tanya Maaling yang langsung disambut kompak, “Setuju!” oleh seluruh peserta rapat.
Bahkan, kegiatan lomba perahu tradisional yang digelar Dekopinda Sangihe tahun ini diperkirakan menjadi yang paling besar sepanjang sejarah pelaksanaan lomba serupa, dengan total hadiah yang di perebutkan Rp53.000.000, terutama ditetapkannya hadiah juara satu Pakura mencapai Rp10.000.000.
Adapun rincian hadiah lomba Pakura dalam kejuaraan ini yakni:
Juara 1: Rp10.000.000
Juara 2: Rp5.000.000
Juara 3: Rp3.000.000
Pendaftaran: Rp300.000
Tak hanya Pakura, sejumlah kategori lain juga akan diperlombakan, yakni Pamboat 18 PK, kategori nelayan 18 PK dengan ketentuan diameter piston 92, serta kategori nelayan 8 PK dengan diameter piston 75 dan karburator modifikasi. Untuk detail hadiah di kategori ini akan diumumkan saat technical meeting.
Pengarah teknis kegiatan, Yumin Sahapudi, menjelaskan bahwa perlombaan tahun ini akan menghadirkan lintasan baru yang lebih menantang.
“Ini akan jadi pembuktian kemampuan para joki di lintasan yang baru. Kami siap menyambut seluruh peserta,” ujarnya.
Sementara itu, pengarah teknis lainnya, Jemi Adilang, menyoroti dampak ekonomi dari kegiatan tersebut. Menurutnya, lomba ini bukan hanya ajang olahraga, tetapi juga menggerakkan banyak sektor.
“Para tukang perahu akan mendapatkan tambahan penghasilan karena peserta pasti membuat perahu. Belum lagi pelaku usaha kecil yang ikut merasakan dampaknya,” jelasnya.
Dekopinda sendiri menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar hiburan. Ada misi besar yang diusung. Pertama, menghidupkan UMKM masyarakat Petta dan sekitarnya. Kedua, meningkatkan potensi wisata bahari melalui event berskala besar. Ketiga, mendukung program pemerintah daerah dalam membangun budaya lokal, sejalan dengan semangat Sapta Membara.
Rencananya, pembukaan sekaligus babak awal lomba akan digelar pada 23 Mei 2026. Sejak hari pertama, ribuan warga dipastikan akan memadati pesisir Teluk Petta.
Diketahui, lomba perahu tradisional di Petta memiliki daya tarik luar biasa. Peserta tidak hanya datang dari wilayah Tabukan Utara dan Nusa Tabukan, tetapi juga dari Tabukan Tengah, Tabukan Selatan, Manganitu Selatan, hingga luar daerah seperti Talaud, Bitung, bahkan profosal kali ini juga ke Pohuwato, Provinsi Gorontalo.
Fenomena ini menjadikan Teluk Petta bukan hanya pusat lomba, tetapi juga simpul pertemuan budaya dan ekonomi.
Di sepanjang pantai, deretan pedagang kecil akan kembali menjajakan dagangan mereka. Aroma makanan, riuh tawa, dan semangat kompetisi menyatu dalam satu ruang yang hidup.
Transportasi lokal seperti bentor pun ikut kecipratan berkah. Lonjakan pengunjung membuat pendapatan mereka meningkat signifikan setiap harinya.
Bagi masyarakat, event ini bukan sekadar tontonan. Ini adalah sumber penghidupan.
Setiap sore, Teluk Petta berubah menjadi panggung rakyat. Di sana, semangat, harapan, dan roda ekonomi berputar bersamaan.
Teluk Petta bukan hanya tentang lomba perahu. Ia adalah cerita tentang tradisi yang hidup, ekonomi yang bergerak, dan kebanggaan yang terus dijaga. Dan tahun ini, semuanya akan kembali bergemuruh. (*)
Editor :Iskandar