Di Atas KM Saint Marry hingga Teras Rujab, Michael Thungari Tunjukkan Sisi Humanis Pemimpin
Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, berbincang santai dengan atlet tinju asal Papua di atas KM Saint Marry (foto 1 & 2), Kamis (9/4/2026) malam. Suasana hangat tanpa sekat kembali terlihat saat penyambutan di teras Rumah Jabatan Bupati (foto
SIGAPNEWS.CO.ID | SANGIHE — Di tengah perjalanan laut yang sunyi, di atas geladak KM Saint Marry, sebuah pemandangan sederhana namun penuh makna terlihat jelas, Kamis (9/4/2026) malam. Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, tampak duduk santai mengenakan kaos hitam, berbincang hangat dengan sejumlah atlet tinju asal Papua yang akan berlaga dalam Open Turnamen Tinju Piala Bupati Sangihe 2026.
Tanpa sekat, ia duduk sejajar dengan para atlet. Percakapan mengalir ringan, penuh canda dan keakraban. Tak ada kesan formal, tak ada jarak antara pemimpin dan tamu.
Para atlet pun terlihat nyaman. Mereka berbicara lepas, bahkan sesekali tertawa bersama, menciptakan suasana yang hangat di tengah perjalanan laut.
Turut mendampingi dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Ronald Lumiu, yang ikut dalam perbincangan santai tersebut.
Namun kehangatan itu tidak berhenti di atas kapal. Dalam agenda penyambutan yang berlangsung di Rumah Jabatan Bupati, Jumat (10/4/2026) pagi, suasana serupa kembali terlihat saat Bupati bersama para atlet duduk dan makan bersama di teras rumah jabatan. Bupati duduk bersama para atlet dalam satu deretan, menikmati hidangan sederhana tanpa sekat.
Tidak tampak perbedaan antara pejabat dan tamu. Semua duduk bersama, makan bersama, dan berbincang dalam suasana kekeluargaan.
Tawa dan percakapan mengalir, menghadirkan kehangatan yang tulus. Pemandangan ini menjadi gambaran nyata bagaimana seorang pemimpin hadir bukan hanya dalam forum resmi, tetapi juga dalam momen-momen sederhana yang membangun kedekatan.
Bagi para atlet, sambutan tersebut meninggalkan kesan mendalam. Mereka tidak hanya datang sebagai peserta turnamen, tetapi disambut layaknya keluarga.
Sosok Michael Thungari memang dikenal dekat dengan masyarakat. Kesederhanaannya tercermin dalam cara ia berinteraksi duduk bersama, mendengar, dan menghargai siapa pun tanpa memandang latar belakang.
Baik di atas KM Saint Marry maupun di teras rumah jabatan, sikap itu tetap sama tidak berubah, tidak dibuat-buat. Kehangatan yang ditunjukkan menjadi bukti bahwa kepemimpinan tidak selalu tentang jarak dan formalitas, tetapi tentang kedekatan dan rasa saling menghargai.
Karena pada akhirnya, yang paling membekas bukan hanya kebijakan, tetapi bagaimana seorang pemimpin memperlakukan orang-orang di sekitarnya. Dan di Sangihe, itu terlihat jelas di atas laut, hingga di teras rumah jabatan.(*)
Editor :Iskandar