Dari Utaurano, Pesan Persatuan Menggema: Halal Bihalal Jadi Penguat Sangihe yang Harmonis
Semarak perayaan Ketupat dan Halal Bihalal Kampung Utaurano Kecamatan Tabukan Utara. Senin (13/4/2026)
SIGAPNEWS.CO.ID | SANGIHE — Suasana hangat penuh kekeluargaan menyelimuti Kampung Utaurano, Kecamatan Tabukan Utara, Senin (13/04/2026). Di tengah semarak perayaan Ketupat dan Halal Bihalal, satu pesan penting menguat, persatuan adalah kunci masa depan Sangihe.
Mewakili Bupati Kepulauan Sangihe, Asisten III Setda Sangihe, Dr. Jopy Thungari, hadir langsung di tengah masyarakat, membawa pesan yang bukan sekadar seremonial, tetapi menyentuh nilai-nilai dasar kehidupan bermasyarakat.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, ditegaskan bahwa Halal Bihalal bukan hanya tradisi tahunan usai Idulfitri. Lebih dari itu, momen ini adalah ruang untuk membersihkan hati, memperbaiki hubungan, serta memperkuat tali persaudaraan yang mungkin sempat renggang.
“Kerukunan, toleransi, dan semangat gotong royong adalah kekuatan terbesar kita. Kampung yang rukun adalah kampung yang kuat, dan dari situlah kemajuan akan tumbuh,” demikian pesan yang disampaikan.
Di tengah dinamika kehidupan sosial, Pemerintah Kabupaten Sangihe mengajak seluruh masyarakat untuk meninggalkan hal-hal yang berpotensi memecah belah. Fokus diarahkan pada semangat kebersamaan demi mewujudkan daerah yang damai, harmonis, dan sejahtera.
Tema kegiatan, “Dalam Tuntunan Allah Maha Kuasa, Kita Rawat Kebersamaan Untuk Melanjutkan”, terasa begitu relevan. Tidak hanya menjadi slogan, tetapi juga tercermin dari antusiasme warga yang hadir dan berbaur tanpa sekat.
Kehadiran sejumlah tokoh penting turut memperkuat makna kebersamaan dalam kegiatan tersebut. Tampak Kapitalaung Kampung Utaurano Heryanto Takapulungan, Camat Tabukan Utara Marwan Nikiulu, Kepala BNN Sangihe Meylan Manarat, hingga Anggota Komisi II DPRD Sangihe Jais Salele.
Selain itu, unsur Forkopimda, Kapolsek Tabukan Utara Iptu David Kojongian, serta Dai Muda Sulawesi Utara Ustadz Supriadi Haribae turut hadir, memberikan nuansa religius yang semakin memperdalam makna acara.
Tak hanya menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan aksi nyata kepedulian sosial. Secara simbolis, bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng untuk periode Februari–Maret 2026 diserahkan kepada 154 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Sementara itu, Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Tahun 2026 juga disalurkan kepada 37 KPM, sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga kesejahteraan masyarakat di tingkat kampung.
Di balik kemeriahan Ketupat dan Halal Bihalal, terselip harapan besar: agar kebersamaan yang terjalin tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi terus hidup dalam keseharian masyarakat.
Dari Utaurano, pesan itu mengalir kuat bahwa Sangihe yang maju bukan hanya dibangun dengan program, tetapi dengan hati yang bersatu.(*)
Editor :Iskandar