Harapan Baru Pertanian Sangihe Mengalir, Bupati Thungari Dorong Ketahanan Pangan Lewat JIAT
Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, menyerahkan bantuan sumur Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) kepada Kelompok Tani Mandiri di Kampung Kalekube, Kecamatan Tabukan Utara, Rabu (15/4/2026).
SIGAPNEWS.CO.ID | SANGIHE — Harapan baru bagi sektor pertanian di Kabupaten Kepulauan Sangihe kini mulai benar-benar mengalir dari Kampung Kalekube, Kecamatan Tabukan Utara. Rabu (15/4/2026), Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, menyerahkan langsung paket bantuan sumur Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) kepada Kelompok Tani Mandiri.
Bantuan yang bersumber dari Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) serta Balai Wilayah Sungai Sulawesi Utara I ini menjadi bukti nyata perhatian pemerintah pusat terhadap daerah kepulauan, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kepala Dinas Pertanian, staf khusus Bupati, perwakilan Kecamatan Tabukan Utara, serta Plh Kapitalaung Kampung Kalekube.
Dalam sambutannya, Bupati Michael Thungari menegaskan bahwa sumur JIAT ini bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan titik awal perubahan bagi sektor pertanian di Sangihe.
“Air ini mengalir dengan kapasitas hingga 5 liter per detik. Ini bukan angka kecil, ini kekuatan besar untuk menghidupkan sawah dan pertanian hortikultura yang selama ini sangat membutuhkan air,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, potensi air selama ini sebenarnya tersedia, namun belum memberikan dampak maksimal karena belum tersalurkan secara tepat ke lahan pertanian.
“Kalau air hanya mengalir di sungai, belum tentu memberi manfaat. Tapi kalau diarahkan ke lahan pertanian seperti di Kalekube, dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyebut Kelompok Tani Mandiri dipilih karena komitmen dan konsistensi dalam mengelola lahan. Kesiapan lahan sejak awal menjadi bukti keseriusan mereka dalam mengembangkan sektor pertanian.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe juga terus mendorong perluasan program ini. Tahun ini, pembangunan sumur JIAT telah diusulkan di Kampung Utaurano dan Kampung Angges.
“Harapan kami program ini terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak titik. Supaya sentra pangan dan hortikultura di Sangihe mendapatkan dukungan air yang memadai,” tambahnya.
Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga fasilitas yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
“Saya titipkan untuk dijaga bersama. Jangan sampai debit air berkurang atau fasilitas rusak. Ini milik kita semua untuk masa depan,” tegasnya.
Ia turut mendorong petani untuk tidak hanya bergantung pada komoditas kelapa, tetapi mulai mengembangkan persawahan dan hortikultura yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
“Kalau air sudah tersedia, kita harus pikirkan apa yang ditanam. Ini peluang besar. Jangan hanya kelapa, tapi kembangkan juga sawah dan hortikultura,” katanya.
Menurutnya, langkah ini menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani, khususnya di wilayah perbatasan.
Di akhir sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pekerjaan Umum serta Balai Wilayah Sungai Sulawesi Utara I atas dukungan yang diberikan.
“Terima kasih atas perhatian pemerintah pusat. Ini sangat berarti bagi daerah kepulauan seperti Sangihe,” pungkasnya.
Usai penyerahan bantuan, Bupati bersama rombongan meninjau langsung fasilitas sumur JIAT untuk memastikan sistem irigasi siap dimanfaatkan oleh para petani.
Pada hari yang sama, Bupati juga dijadwalkan menyerahkan bantuan serupa kepada kelompok tani di Kampung Kuma, Kecamatan Tabukan Tengah, sebagai bagian dari komitmen memperluas akses air bagi sektor pertanian di Sangihe. (*)
Editor :Iskandar