Berkah Singgah di Petta, Perubahan Rute Kapal Hidupkan Rezeki Pedagang Kecil
Lapak sederhana para penjual di sekitar pelabuhan
SIGAPNEWS.CO.ID | SANGIHE – Perubahan sementara rute pelayaran dari Pelabuhan Tahuna ke Pelabuhan Petta, Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, ternyata membawa berkah bagi masyarakat Kecamatan Tabukan Utara khususnya warga Petta Raya.
Pengalihan rute yang berlaku mulai 12 hingga 18 Juli 2026 dilakukan seiring pelaksanaan rehabilitasi fasilitas di Pelabuhan Tahuna. Selama pekerjaan berlangsung, volume dermaga hanya dapat melayani sandar KM Logistik Nusantara 06 dan Kendhaga Nusantara, sehingga kapal penumpang untuk sementara dialihkan ke Pelabuhan Petta.
Kondisi tersebut membuat aktivitas di Pelabuhan Petta meningkat signifikan. Penumpang yang berangkat menuju Manado maupun yang tiba dari Manado kini memadati pelabuhan tersebut, menciptakan suasana yang jauh lebih ramai dibanding hari-hari biasa.
Kesempatan itu dimanfaatkan warga dengan membuka lapak sederhana di sekitar pelabuhan. Beragam makanan siap saji, minuman, jajanan tradisional hingga kebutuhan perjalanan dijajakan kepada para penumpang yang menunggu keberangkatan maupun yang baru tiba.
Sejak siang, para pedagang mulai menyiapkan dagangan mereka. Meja-meja sederhana ditata rapi, termos minuman hangat disiapkan, sementara aroma aneka gorengan dan makanan khas mulai mengundang perhatian para calon penumpang. Menjelang sore hingga malam, kawasan pelabuhan pun semakin hidup oleh aktivitas masyarakat.
"Alhamdulillah, sejak kapal dialihkan ke Pelabuhan Petta, dagangan kami lebih laris. Banyak penumpang yang membeli makanan dan minuman sebelum berangkat. Semoga rezeki seperti ini terus dirasakan masyarakat," ujar salah seorang pedagang.
Pedagang lainnya juga mengaku bersyukur karena perubahan rute sementara tersebut memberikan tambahan penghasilan.
"Kami tidak menyangka pelabuhan menjadi seramai ini. Walaupun hanya sementara, kami merasa sangat terbantu. Semoga Pelabuhan Petta semakin berkembang ke depannya," tuturnya.
Bagi warga sekitar, perpindahan rute pelayaran bukan sekadar perubahan lokasi sandar kapal. Di balik ramainya aktivitas penumpang, tumbuh harapan baru bagi para pedagang kecil yang memanfaatkan setiap kesempatan untuk mencari nafkah.
Selama sepekan, Pelabuhan Petta bukan hanya menjadi titik keberangkatan dan kedatangan penumpang, tetapi juga menjadi ruang tumbuhnya ekonomi kerakyatan. Kapal-kapal yang bersandar membawa lebih dari sekadar penumpang, mereka juga membawa berkah yang menghidupkan usaha kecil dan menghadirkan senyum bagi banyak keluarga.(*)
Editor :Iskandar