Dari Nol ke Dua Kursi, Rekam Jejak Jadi Kunci: Jaumin Menguat di Penjaringan DPP PKB Sangihe
Muscab PKB Sangihe yang digelar di Tahuna Beach Hotel pada Kamis (16/4/2026)
SIGAPNEWS.CO.ID | SANGIHE — Dinamika Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kepulauan Sangihe kian mengerucut, seiring menguatnya sejumlah nama dalam proses penjaringan yang dilakukan oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP).
Berdasarkan informasi yang berkembang, terdapat tiga figur yang masuk dalam radar penjaringan, yakni Jaumin Sahapudi, Fitri Lumiu, dan Livingston Pontoh.
Ketiga nama tersebut dinilai memiliki kapasitas serta rekam jejak yang menjadi pertimbangan dalam mekanisme penentuan kepemimpinan partai di tingkat daerah.
Dalam sistem yang kini diterapkan PKB, proses pemilihan tidak lagi menggunakan mekanisme lama “one man one vote”. Sebaliknya, DPP menerapkan sistem penjaringan yang ketat dan terukur, berbasis pada pengabdian, loyalitas, serta prestasi kader.
Melalui mekanisme ini, DPP melakukan pemetaan terhadap kader potensial di setiap daerah. Nama-nama yang memenuhi kriteria kemudian disaring dan ditetapkan untuk dibawa ke forum Muscab sebagai calon resmi.
Dengan demikian, penentuan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) sepenuhnya berada dalam koridor keputusan strategis DPP, bukan ditentukan melalui dukungan suara terbuka di tingkat bawah.
Struktur seperti Pengurus Anak Cabang (PAC) tetap memiliki peran dalam konsolidasi organisasi, namun berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai, tidak memiliki kewenangan dalam menentukan atau memilih Ketua DPC.
Di tengah dinamika tersebut, rekam jejak menjadi salah satu faktor penting yang tidak bisa diabaikan dalam proses penjaringan.
PKB Sangihe sendiri tercatat mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Dari kondisi tanpa kursi di DPRD, partai ini berhasil mengamankan dua kursi pada Pemilu 2024, yang dinilai sebagai titik balik kebangkitan partai di daerah.
Selain itu, peran dalam kontestasi Pilkada juga menjadi bagian dari kontribusi politik yang memperkuat posisi PKB dalam peta kekuatan daerah.
Capaian tersebut dinilai menjadi bagian dari indikator yang diperhitungkan dalam proses penjaringan DPP, terutama dalam menilai konsistensi pengabdian serta kontribusi kader terhadap perkembangan partai.
Seiring dengan pendekatan DPP yang menitikberatkan pada aspek tersebut, figur-figur yang memiliki rekam jejak kuat dinilai memiliki peluang lebih besar dalam proses penentuan kepemimpinan.
Muscab sendiri menjadi forum formal untuk mengesahkan hasil penjaringan tersebut, sekaligus memperkuat konsolidasi internal partai dalam menghadapi agenda politik ke depan.
Dengan mekanisme yang berlaku saat ini, arah kepemimpinan PKB Sangihe tidak hanya ditentukan oleh dinamika dukungan di tingkat bawah, tetapi melalui proses terstruktur yang mengedepankan kualitas dan kontribusi kader.(*)
Editor :Iskandar