KONI Sangihe Era Baru, Bulahari: Saatnya Kerja Nyata dan Berprestasi
Pengukuhan pengurus KONI Kabupaten Kepulauan Sangihe masa bakti 2025–2029 oleh KONI Sulawesi Utara di Tahuna Beach Hotel, Selasa (21/04/2026), ditandai dengan penyerahan pataka kepada Ketua Umum KONI Sangihe Tendris Bulahari.
SIGAPNEWS.CO.ID | SANGIHE — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kepulauan Sangihe resmi memasuki babak baru. Hal ini ditandai dengan pelantikan dan pengukuhan pengurus masa bakti 2025–2029 yang berlangsung di Tahuna Beach Hotel, Selasa (21/04/2026).
Pengukuhan dilakukan oleh Ketua Umum KONI Provinsi Sulawesi Utara Brigjen TNI (Purn) B. Jeffry Waleleng, SE yang diwakili Sekretaris Umum KONI Sulut Richard Kundiman, SE, sekaligus menyerahkan pataka kepada Ketua Umum KONI Sangihe Tendris Bulahari sebagai simbol dimulainya kepengurusan baru.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Kepulauan Sangihe Tendris Bulahari yang juga menjabat Ketua Umum KONI Sangihe bersama Sekertaris TP-PKK Sangihe Agnes Bulahari Walukow, Sekretaris Daerah Melanchton Harry Wolff mewakili Bupati Michael Thungari, jajaran Forkopimda, pengurus cabang olahraga, pelatih, atlet, serta insan pers.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tendris Bulahari menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi titik awal kebangkitan olahraga di daerah.
“Ini adalah awal dari semangat baru, arah baru, dan komitmen baru untuk memajukan olahraga di Kabupaten Kepulauan Sangihe,” tegas Bulahari.
Ia menekankan bahwa KONI harus tampil sebagai motor penggerak pembinaan olahraga yang profesional, terarah, dan berdaya saing, dengan fokus pada pembinaan atlet usia dini, peningkatan kualitas pelatih dan wasit, serta kesiapan menghadapi ajang provinsi hingga nasional.
Bulahari juga menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Michael Thungari yang belum dapat hadir karena tugas pemerintahan di luar daerah. Meski demikian, Bupati menitipkan harapan besar agar KONI Sangihe mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi.
Di tengah keterbatasan anggaran, ia tetap optimistis bahwa dengan sinergi seluruh pihak, prestasi olahraga Sangihe akan terus meningkat.
“Kita harus bekerja nyata dan bersatu. Jadikan KONI sebagai rumah besar olahraga di Sangihe,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris KONI Sulut Richard Kundiman saat membacakan sambutan Ketua Umum KONI Sulut menyampaikan apresiasi atas pelantikan tersebut sebagai momentum penting untuk revitalisasi pembinaan olahraga di daerah.
Ia menegaskan bahwa pelantikan ini harus menjadi pemicu peningkatan prestasi atlet Sangihe agar mampu bersaing di tingkat provinsi hingga nasional.
Lebih jauh disampaikan, target besar olahraga Sulawesi Utara ke depan adalah menembus 10 besar pada Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2028 yang diagendakan direncanakan dilaksanakan di provinsi NTT dan NTB, meningkat dari posisi sebelumnya di peringkat 17 pada PON Aceh-Medan yang lalu.
tahun 2028 yang di agendakan direncanakan dilaksanakan di provinsi NTT dan NTB Sulawesi Utara mendapat rangking 10 besar kalau yang lalu pada pesta olahraga teakbar di pon Aceh Medan kita berada di ranking 17 besar hal ini merupakan tantangan bagi pengurus-pengurus kabupaten kota yang ada di provinsi Sulawesi Utara
“Ini menjadi tantangan bagi seluruh pengurus KONI kabupaten/kota, termasuk Sangihe, untuk bersama-sama meningkatkan prestasi atlet,” ungkapnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa Sulawesi Utara akan menjadi tuan rumah PON cabang olahraga beladiri pada tahun ini diperkirakan bulan Juli nanti, yang mempertandingkan sejumlah cabang seperti tinju, kempo, muaythai, hingga MMA. Momentum ini dinilai sebagai peluang besar untuk meraih prestasi.
Sementara itu, Sekda Melanchton Harry Wolff yang membacakan sambutan Bupati Michael Thungari menyampaikan apresiasi kepada KONI Sulut atas fasilitasi pelantikan sehingga kepengurusan KONI Sangihe dapat berjalan dengan baik.
Menurutnya, amanah sebagai pengurus KONI bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab besar dalam memajukan dunia olahraga daerah.
“Olahraga memiliki peran strategis, tidak hanya meningkatkan kesehatan, tetapi juga membangun karakter, disiplin, sportivitas, dan semangat persatuan,” kata Wolff membacakan sambutan Bupati.
Bupati juga menekankan pentingnya kerja profesional, integritas, serta program pembinaan berkelanjutan, termasuk fokus pada pembinaan atlet usia dini sebagai upaya menciptakan regenerasi atlet berkualitas.
Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan melalui kebijakan, fasilitas, dan pembinaan, termasuk optimalisasi pemanfaatan GOR Mebara yang telah digunakan untuk berbagai event olahraga berskala daerah hingga nasional.
Keberhasilan penyelenggaraan open turnamen tinju amatir beberapa waktu lalu menjadi bukti bahwa Sangihe memiliki potensi besar sebagai tuan rumah sekaligus daerah pembinaan atlet.
“Keberhasilan olahraga tidak bisa dicapai tanpa kolaborasi semua pihak, baik pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat,” tegasnya.
Dengan dikukuhkannya kepengurusan KONI Sangihe periode 2025–2029, diharapkan lahir atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional.(*)
Editor :Iskandar