Muda & Bijak: Momentum Hari Pers Sedunia, Cara Bupati Sangihe Rangkul Wartawan Tuai Simpati
Pertemuan antara Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe bersama insan pers.
SIGAPNEWS.CO.ID | SANGIHE – Momentum Hari Pers Sedunia yang diperingati setiap 3 Mei menjadi pengingat pentingnya kebebasan pers, keterbukaan informasi, serta hubungan sehat antara pemerintah dan media. Nilai itu tampak dalam suasana hangat pertemuan antara Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe bersama insan pers, Jumat (1/5/2026) malam, di belakang Rumah Jabatan Bupati.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, Wakil Bupati Tendris Bulahari, Kepala Dinas Kominfo Ronald Lumiu, Kabag Prokopim Veronika Budiman, serta para wartawan dari berbagai media.
Pertemuan malam itu bukan sekadar agenda silaturahmi biasa. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang terbuka bagi para jurnalis untuk berdiskusi langsung dengan pimpinan daerah mengenai berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Di tengah suasana santai dan penuh keakraban, sosok Michael Thungari justru menjadi perhatian. Meski dikenal sebagai kepala daerah yang masih muda, ia dinilai mampu menunjukkan sikap tenang, dewasa, dan bijaksana dalam menghadapi setiap pertanyaan yang disampaikan insan pers.
Satu per satu isu penting mengemuka malam itu. Mulai dari kesejahteraan wartawan, pengembangan sektor pariwisata, nasib para pelintas batas yang menjual hasil perikanan, hingga peluang ekspor rokok di wilayah perbatasan.
Namun menariknya, seluruh pertanyaan dijawab Bupati dengan tenang, lugas, dan penuh pertimbangan. Tidak terlihat sikap emosional ataupun defensif.
Sebaliknya, Michael Thungari justru menampilkan karakter pemimpin muda yang terbuka terhadap masukan.
Sikap tersebut menuai simpati dari para wartawan yang hadir. Banyak yang menilai, di usianya yang masih muda, Michael Thungari memiliki pola pikir matang dan cara komunikasi yang menenangkan.
Dalam penyampaiannya, Bupati juga menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak anti terhadap kritik. Menurutnya, kritik dari media merupakan bagian penting dalam proses pembangunan dan pengawasan jalannya pemerintahan.
Namun ia mengingatkan bahwa kritik yang sehat harus disampaikan berdasarkan fakta, bukan fitnah.
“Pemerintah siap dikritik, sepanjang kritik itu membangun dan tidak mengandung fitnah,” tegasnya.
Pernyataan itu menjadi sinyal positif bagi tumbuhnya demokrasi dan kebebasan pers di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Terlebih disampaikan langsung oleh seorang pemimpin muda yang memilih membuka ruang dialog daripada menjaga jarak dengan media.
Selain itu, Michael Thungari juga mengungkapkan rencana untuk mendata serta memetakan wartawan sesuai bidang peliputan masing-masing. Langkah itu dinilai sebagai upaya menata sistem penyampaian informasi pemerintah agar lebih efektif, tertib, dan profesional.
Dengan pemetaan tersebut, wartawan nantinya diharapkan lebih mudah menjalankan tugas sesuai sektor masing-masing, baik pemerintahan, ekonomi, pariwisata, sosial, maupun pelayanan publik.
Di bawah langit malam Sangihe, pertemuan itu menghadirkan pesan sederhana namun kuat. Usia muda bukan penghalang untuk bersikap bijaksana.
Momentum Hari Pers Sedunia tahun ini pun terasa bermakna di Sangihe. Sebab dua hari sebelum 3 Mei, seorang pemimpin muda telah menunjukkan bahwa ketegasan bisa berjalan berdampingan dengan keterbukaan, dan kritik dapat diterima selama berpijak pada kebenaran.
Malam keakraban tersebut akhirnya menjadi lebih dari sekadar pertemuan biasa, melainkan simbol sinergi baru antara pemerintah dan insan pers demi Sangihe yang lebih maju. (*)
Editor :Iskandar