Persinas Asad Menggema di Asia: Ibrahim Sultan Tembus Final ASG 2025 di Brunai
Momen Ibrahim Sultan foto bersama dengan para atlet Asian School Game (ASG) 2025 dengan pertandingan semifinalnya di Brunei Darussalam
BRUNEI — Prestasi membanggakan kembali mengalir dari dunia pencak silat Sulawesi Utara. Dari ajang Asian School Game (ASG) 2025 di Brunei Darussalam, atlet muda binaan Perguruan Persinas Asad Kota Bitung, Ibrahim Sultan, resmi melaju ke babak final usai menundukkan pesilat Filipina pada partai semifinal, Selasa (25/11/2025).
Pertandingan semifinal itu berlangsung dengan tensi tinggi. Ibrahim menunjukkan perpaduan serangan cepat, penguasaan teknik, dan kontrol emosi yang jarang terlihat pada atlet seusianya. Aksi-aksinya dari tendangan bersih hingga tangkapan taktis membuat wasit dan penonton tak kuasa menahan decak kagum, hingga akhirnya hadiah kemenangan berpihak pada kontingen Indonesia.
Apa yang membuat keberhasilan ini semakin manis, dari sang ayah juga pendekar jejak prestasi sudah mengalir dalam keluarga. Ibrahim adalah adik dari Abdul Malik, atlet Persinas Asad yang mengharumkan nama bangsa dengan meraih medali emas pada SEA Games 2018 di Jakarta. Warisan teknik, mental juara, dan kultur disiplin yang ditanamkan di Persinas Asad terlihat menyatu dalam perjalanan karier dua bersaudara ini dari tatami lokal hingga panggung internasional.
Kemenangan Ibrahim bukan sekadar angka di papan skor. Ia merupakan bukti bahwa program pembinaan di Persinas Asad mampu menghasilkan atlet berkarakter dan berkualitas, pembinaan yang fokus pada teknik, stamina, dan mental bertanding serta suport sistem keluarga yang konsisten mendampingi proses panjang menuju puncak.
Kini, final menunggu. Satu laga lagi menjadi penentu siapa yang akan mengangkat bendera Merah Putih di podium tertinggi. Semua dukungan dari Sulawesi Utara dan seluruh Indonesia kini tertumpuk pada Ibrahim generasi baru Persinas Asad yang bertekad melanjutkan tradisi emas.
Pesan yang tersisa dari perjalanan ini sederhana namun kuat bakat bisa tumbuh di mana saja, tetapi kejayaan diraih lewat kerja keras, pembinaan yang konsisten, dan warisan semangat juang dari pendahulu. Dari Bitung, Persinas Asad kembali membuktikan bahwa mereka bukan hanya mencetak juara melainkan mewariskan tradisi juara.
Dari Bitung untuk Asia. Dari Persinas Asad untuk Indonesia. Doa dan dukungan publik menjadi energi terakhir bagi Ibrahim di laga pamungkas. Semoga emas kembali pulang ke tanah air. (*)
Editor :Iskandar