Bawa Peralatan dan Logistik, Muhammadiyah Sangihe Bergerak Bantu Padamkan Karhutla Gunung Awu
Muhammadiyah Sangihe Bergerak Bantu Padamkan Karhutla Gunung Awu
SIGAPNEWS.CO.ID | SANGIHE — Ketika kobaran api masih bertahan di kawasan Gunung Awu, kepedulian terhadap keselamatan masyarakat kembali ditunjukkan dari berbagai elemen. Upaya pemadaman terus dilakukan pemerintah daerah bersama TNI-Polri dan para relawan sejak 5 September 2026, Muhammadiyah Sangihe juga turut mengambil bagian dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Pada Selasa (15/9/2026) pagi, sekitar pukul 07.00 WITA, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sangihe bersama Kokam Pemuda Muhammadiyah bergerak menuju lokasi dengan mengambil titik awal dari Lindongan 2 Kakuwi, Kampung Mala, Kecamatan Tabukan Utara.
Misi tersebut dikoordinatori Hi. Sutarji Adipati, S.Pd.I., M.M. Turut hadir Ketua PDM Sangihe Muhamad Ali Lintuhaseng, S.Ag., M.Pd.I., Sekretaris PDM Jalali Mangumpaus, S.Ag., pengurus daerah serta Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Mala.
Bagi para relawan, langkah tersebut bukan sekadar kehadiran di tengah upaya pemadaman. Ada kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan yang menjadi alasan mereka memilih turun langsung ke lapangan.
Koordinator relawan, Hi. Sutarji Adipati yang juga Wakil Ketua PWM Sulawesi Utara, mengatakan masih adanya titik kebakaran, khususnya di wilayah Tabukan Utara, menjadi alasan relawan Muhammadiyah ikut mengambil bagian dalam penanganan Karhutla.
Menurutnya, kehadiran relawan Muhammadiyah merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekaligus bagian dari ikhtiar untuk membantu mengurangi dampak bencana yang terjadi. Namun di tengah semangat membantu, keselamatan para relawan tetap menjadi perhatian utama.
Ketua PDM Sangihe Muhamad Ali Lintuhaseng mengingatkan seluruh personel agar tidak mengabaikan faktor keselamatan selama menjalankan misi di lapangan.
“Kepada seluruh relawan agar selalu mengutamakan keselamatan diri. Patuhi setiap prosedur operasi, gunakan alat pelindung diri, dan selalu berkoordinasi dengan pihak pemerintah Kecamatan Tabukan Utara serta mengikuti alur komando di lapangan. Jangan memaksakan diri apabila kondisi dinilai berisiko tinggi, karena keselamatan adalah prioritas,” tegasnya.
Selain ikut membantu upaya pemadaman, Muhammadiyah Sangihe juga membawa dukungan logistik berupa makanan dan minuman bagi mereka yang terlibat dalam penanganan Karhutla.
Pemerintah Kecamatan Tabukan Utara bersama Pemerintah Kampung Mala menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian Muhammadiyah yang turut hadir membantu pemadaman sekaligus memberikan dukungan logistik bagi para relawan di lapangan.
Di tengah kondisi Gunung Awu yang masih membutuhkan penanganan, kehadiran berbagai unsur masyarakat menjadi pengingat bahwa menghadapi bencana bukan hanya soal siapa yang berada di garis depan, tetapi juga tentang bagaimana kepedulian dan gotong royong terus dijaga.
Dari Mala, langkah para relawan kembali diarahkan pada satu tujuan, membantu semampu mereka, dengan tetap menempatkan keselamatan sebagai yang utama. (*)
Editor :Iskandar