Hari Kelima Kebakaran Gunung Awu, TNI-Polri dan Relawan Tetap Bertahan Jinakkan Api
Hari Kelima Kebakaran Gunung Awu, TNI-Polri dan Relawan Tetap Bertahan Jinakkan Api
SIGAPNEWS.CO.ID | SANGIHE — Api kembali membesar di kawasan Gunung Awu, wilayah Desa Beha, Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Memasuki hari kelima, Rabu (9/9/2026), kobaran api masih terlihat menyebar, terlebih ketika tiupan angin membuat api lebih cepat menjalar.
Di tengah kondisi tersebut, perjuangan memadamkan api tidak hanya dilakukan dari tempat yang aman. Sejumlah personel TNI-Polri bersama masyarakat dan Pemerintah Kecamatan Tabukan Utara terus bergerak menuju lokasi untuk berupaya mengendalikan kobaran api.
Personel Siaga Karhutla Kodim Sangihe dan anggota Polri turut bahu-membahu bersama masyarakat. Dengan peralatan yang masih terbatas, mereka berusaha memadamkan titik-titik api agar tidak semakin meluas.
Risiko yang dihadapi para relawan bukan perkara kecil. Medan yang sulit, kobaran api yang dapat berubah arah sewaktu-waktu, serta tiupan angin menjadi tantangan tersendiri bagi mereka yang berada di sekitar lokasi.
Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta membuat langkah mereka terhenti. Dengan alat seadanya dan mengandalkan kekuatan bersama, para relawan tetap berusaha melawan kobaran api. Bagi mereka, setiap titik api yang berhasil dikendalikan berarti ada harapan agar kebakaran tidak semakin mendekati kawasan warga.
Semangat gotong royong pun terlihat di tengah kepulan asap dan panasnya medan. Masyarakat, pemerintah kecamatan, TNI dan Polri berada dalam satu barisan menghadapi ancaman kebakaran yang hingga kini masih berlangsung.
Dari postingan warga yang memantau kondisi di lapangan, kobaran api pada hari kelima justru terlihat semakin besar. Angin yang bertiup membuat api lebih cepat menyebar dan meningkatkan risiko bagi siapa pun yang berada di sekitar lokasi.
Meski demikian, perjuangan para relawan tetap berjalan. Mereka memilih bertahan dan berbuat sebisa mungkin, dengan harapan kobaran api di kawasan Gunung Awu dapat segera dikendalikan.
Kebakaran ini sekaligus memperlihatkan bahwa dalam situasi darurat, keselamatan masyarakat menjadi tanggung jawab bersama. Ketika api mengancam, tidak ada sekat antara warga, pemerintah, TNI maupun Polri. Semua berdiri dalam satu tujuan memadamkan api dan menjaga agar bencana tidak meluas ke wilayah permukiman. (*)
Editor :Iskandar

