Momen Humanis Usai Jadi Irup HUT RI ke-81, Thungari Turun Temui Komandan Upacara
Momen Humanis Usai Jadi Irup HUT RI ke-81, Thungari Turun Temui Komandan Upacara
SIGAPNEWS.CO.ID | SANGIHE — Ada momen sederhana namun penuh makna dalam pelaksanaan upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Kepulauan Sangihe, pada Senin (17/8/2026). Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) dalam upacara yang berlangsung khidmat dan diikuti jajaran pemerintah daerah, TNI-Polri, pelajar, organisasi kemasyarakatan serta tamu undangan.
Rangkaian upacara berlangsung tertib hingga prosesi pengibaran Sang Merah Putih selesai dilaksanakan dengan baik. Suasana khidmat masih terasa ketika seluruh peserta mengikuti rangkaian upacara hingga mendekati akhir.
Namun, sebelum Komandan Upacara membubarkan barisan, terjadi sebuah momen yang menarik perhatian. Thungari yang sebelumnya berdiri sebagai Irup, memilih turun dari tempatnya dan berjalan menghampiri Komandan Upacara.
Tanpa banyak seremoni, keduanya kemudian berjabat tangan. Momen singkat tersebut menjadi salah satu sisi humanis dari pelaksanaan upacara kemerdekaan tahun ini. Gestur itu memperlihatkan adanya apresiasi dan penghargaan terhadap mereka yang telah mengambil bagian dalam menyukseskan jalannya upacara.
Bagi sebuah upacara kenegaraan, keberhasilan pengibaran Sang Merah Putih tentu bukan hanya hasil dari satu pihak. Di baliknya terdapat kerja sama antara petugas pengibar bendera, Komandan Upacara, TNI-Polri, pemerintah daerah, hingga seluruh peserta yang mengikuti setiap rangkaian dengan penuh disiplin.
Sikap Thungari yang turun langsung menemui Komandan Upacara sebelum barisan dibubarkan pun menjadi gambaran sederhana bahwa penghargaan tidak selalu harus disampaikan melalui pidato panjang.
Kadang, sebuah jabat tangan cukup untuk menunjukkan rasa hormat dan apresiasi. Momen tersebut sekaligus memberi warna tersendiri dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Kepulauan Sangihe, sebuah perayaan yang tidak hanya berbicara tentang upacara dan seremoni, tetapi juga tentang penghargaan kepada orang-orang yang berada di balik suksesnya sebuah perhelatan.(*)
Editor :Iskandar