Investasi Keselamatan Pasien, Gas Medis RSUD Liun Kendage Antar Sangihe Juara
Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe Michael Thungari saat menerima penghargaan.
SIGAPNEWS.CO.ID | MANADO — Prestasi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe di ajang North Sulawesi Investment Challenge (NSIC) kembali berlanjut. Untuk kedua kalinya secara berturut-turut, Sangihe berhasil merebut posisi Juara 1 dalam kompetisi proposal investasi tingkat Provinsi Sulawesi Utara tersebut.
Penghargaan itu diumumkan dalam rangkaian North Sulawesi Investment Forum (NSIF) 2026 yang berlangsung di Ballroom Four Points by Sheraton Manado, Jumat (7/8/2026) dan diterima bertepatan dengan kehadiran Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, S.E., M.E., bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe pada forum investasi bergengsi yang mempertemukan pemerintah daerah, pelaku usaha, serta calon investor.
Di balik keberhasilan tersebut, ada sebuah gagasan investasi yang menyentuh kebutuhan paling mendasar dalam pelayanan kesehatan, yakni ketersediaan oksigen medis bagi pasien.
Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe mengusung proposal Integrasi Sistem Gas Medis/Oksigen di RSUD Liun Kendage Tahuna sebagai proyek investasi yang ditawarkan kepada calon investor.
Gagasan tersebut diarahkan untuk memodernisasi sistem penyediaan gas medis di rumah sakit yang selama ini masih mengandalkan tabung oksigen konvensional. Melalui sistem terintegrasi, distribusi gas medis diharapkan menjadi lebih efisien, aman dan berkelanjutan.
Bagi pemerintah daerah, modernisasi tersebut bukan hanya berbicara tentang pembangunan infrastruktur rumah sakit. Lebih jauh, investasi itu berkaitan langsung dengan kualitas pelayanan dan keselamatan pasien.
Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari menegaskan bahwa sektor kesehatan menjadi salah satu perhatian penting dalam pembangunan daerah.
“Modernisasi sistem gas medis di RSUD Liun Kendage Tahuna bukan sekadar peningkatan fasilitas, tetapi merupakan investasi strategis untuk menjamin pelayanan kesehatan yang lebih cepat, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat Kepulauan Sangihe,” ujar Michael.
Proposal Sangihe harus melewati persaingan yang cukup ketat sebelum akhirnya keluar sebagai yang terbaik. NSIC 2026 diikuti 16 peserta yang terdiri dari 15 kabupaten/kota serta Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Tahapan kompetisi berlangsung mulai dari seleksi hingga penyaringan 10 besar dan lima besar. Sangihe kemudian kembali menempati posisi teratas melalui proposal investasi yang dinilai memiliki nilai strategis bagi daerah.
Keberhasilan ini sekaligus memperlihatkan bahwa potensi investasi di wilayah kepulauan tidak hanya berada pada sektor sumber daya alam atau perdagangan.
Pelayanan kesehatan juga dapat menjadi ruang investasi yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus dampak sosial bagi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe berharap kemenangan tersebut dapat membuka peluang lebih luas bagi masuknya investasi, baik dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA).
Pemkab juga menyatakan komitmennya untuk terus menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui penyederhanaan proses perizinan, kemudahan berusaha serta pendampingan bagi calon investor.
Bagi Sangihe, mempertahankan gelar juara selama dua tahun berturut-turut bukan hanya soal penghargaan. Prestasi tersebut menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa gagasan pembangunan dari daerah kepulauan juga mampu bersaing di tingkat provinsi.
Dan kali ini, gagasan itu berangkat dari sesuatu yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat memastikan rumah sakit memiliki sistem pendukung yang lebih baik agar pelayanan kepada pasien dapat berjalan lebih cepat, aman dan berkelanjutan.(*)
Editor :Iskandar