Progres Rehabilitasi Pelabuhan Tahuna Lampaui Target, KUPP Optimistis Rampung Akhir 2026
Progres Rehabilitasi Pelabuhan Tahuna Lampaui Target, KUPP Optimistis Rampung Akhir 2026
SIGAPNEWS.CO.ID | SANGIHE – Pekerjaan rehabilitasi fasilitas Pelabuhan Laut Tahuna terus menunjukkan perkembangan positif. Sejak dimulainya pekerjaan yang ditandai dengan pemancangan tiang pertama oleh Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, pada 5 Juni 2026, proses pembangunan berjalan sesuai rencana bahkan melampaui target yang telah ditetapkan.
Plt Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Tahuna, Meifrid Palenewen, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (29/7/2026), mengungkapkan bahwa hingga saat ini progres fisik rehabilitasi Pelabuhan Laut Tahuna telah mencapai sekitar 61 persen. Sementara itu, progres fisik rehabilitasi Pelabuhan Matutuang telah mencapai 43 persen.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti komitmen seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan pembangunan infrastruktur pelabuhan sebagai penunjang konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan.
"Seluruh pekerjaan berjalan sesuai jadwal, bahkan progres fisiknya sudah melebihi target yang direncanakan. Material yang dibutuhkan juga telah tersedia, pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, serta seluruh kajian hukum maupun lingkungan telah berjalan sebagaimana mestinya," ujar Meifrid.
Ia menjelaskan, target penyelesaian seluruh pekerjaan rehabilitasi Pelabuhan Tahuna maupun Pelabuhan Matutuang tetap ditetapkan pada 31 Desember 2026.
Meski demikian, proses pembangunan tidak terlepas dari sejumlah tantangan. Faktor cuaca ekstrem yang kerap melanda wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe menjadi salah satu hambatan utama di lapangan.
Namun berkat koordinasi yang baik, pekerjaan tetap dapat berjalan dan bahkan melampaui target yang telah ditetapkan. Di Pelabuhan Tahuna, tantangan juga muncul saat kapal Tol Laut bersandar untuk melakukan aktivitas bongkar muat kebutuhan pokok masyarakat.
Untuk menjaga kelancaran pelayanan, KUPP Kelas II Tahuna mengambil langkah dengan mengalihkan sementara aktivitas kapal-kapal lainnya ke Pelabuhan Petta, sehingga proses pelayanan Tol Laut tetap berlangsung tanpa mengganggu pekerjaan rehabilitasi.
Sementara itu, di Pelabuhan Matutuang, selain cuaca ekstrem, pekerjaan juga sempat dipengaruhi oleh kondisi pascagempa yang terjadi beberapa waktu lalu. Kendati demikian, pelaksanaan proyek tetap berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan.
Meifrid berharap dukungan seluruh masyarakat terus diberikan agar pekerjaan rehabilitasi dapat diselesaikan tepat waktu. Menurutnya, keberhasilan pembangunan fasilitas pelabuhan akan memberikan manfaat besar bagi kelancaran transportasi laut, distribusi barang, serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
"Kami memohon dukungan seluruh masyarakat agar pekerjaan ini dapat berjalan lancar hingga selesai. Pelabuhan yang lebih baik nantinya akan menjadi fasilitas bersama yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas masyarakat dan kemajuan Kabupaten Kepulauan Sangihe," tutupnya. (*)
Editor :Iskandar