Pelabuhan Petta Hidupkan Ekonomi, KUPP Dorong Pelayaran Berkelanjutan
Plt Kepala KUPP Kelas II Tahuna, Meifrid Palenewen, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (29/7/2026),
SIGAPNEWS.CO.ID | SANGIHE – Kebijakan pemindahan sementara aktivitas pelayaran dari Pelabuhan Tahuna ke Pelabuhan Petta pada 12–18 Juli 2026, yang dilakukan untuk mendukung rehabilitasi fasilitas Pelabuhan Tahuna, ternyata menyisakan cerita positif bagi masyarakat. Selama beberapa hari aktivitas pelayaran berlangsung di Pelabuhan Petta, geliat ekonomi masyarakat meningkat.
Kehadiran penumpang dan aktivitas kapal membawa berkah bagi para pelaku usaha kecil, mulai dari rumah makan, toko-toko, pedagang di sekitar pelabuhan, hingga pengemudi bentor yang melayani mobilitas penumpang.
Tak hanya masyarakat Kecamatan Tabukan Utara, manfaat juga dirasakan warga dari Kecamatan Nusa Tabukan, Tabukan Tengah, hingga Kendahe yang menilai akses menuju maupun dari Manado menjadi lebih dekat dan efisien.
Plt Kepala KUPP Kelas II Tahuna, Meifrid Palenewen, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (29/7/2026), menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Kecamatan Tabukan Utara, khususnya warga Petta Raya, yang telah menerima dengan baik pemindahan sementara aktivitas pelabuhan tersebut.
"Atas nama KUPP Kelas II Tahuna, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Tabukan Utara, khususnya Petta Raya dan sekitarnya, yang telah menyambut baik pemindahan sementara aktivitas pelabuhan dari Tahuna ke Pelabuhan Petta," ujarnya.
Menurut Meifrid, hasil evaluasi selama pelaksanaan pemindahan sementara menunjukkan bahwa aktivitas pelabuhan mampu menciptakan peluang ekonomi baru. Kehadiran penumpang memberikan ruang bagi tumbuhnya UMKM serta meningkatkan perputaran ekonomi di kawasan pelabuhan.
Melihat dampak positif tersebut, KUPP Kelas II Tahuna berkomitmen mengupayakan agar Pelabuhan Petta ke depan tetap memiliki aktivitas pelayanan kapal penumpang secara berkelanjutan.
"Kami akan berusaha semaksimal mungkin agar Pelabuhan Petta tetap memiliki kegiatan pelabuhan. Tentunya hal ini membutuhkan sinergi bersama pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan seluruh pemangku kepentingan. Kami juga berharap ada dukungan dari pihak swasta sehingga ke depan Pelabuhan Petta dapat memiliki jalur pelayanan kapal penumpang tersendiri," jelasnya.
Ia menegaskan, koordinasi dengan berbagai pihak akan terus dilakukan guna mencari solusi terbaik agar potensi Pelabuhan Petta dapat terus berkembang dan memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Di akhir keterangannya, Meifrid kembali menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat serta para pelaku UMKM yang telah mendukung kelancaran aktivitas pelayaran selama masa pemindahan sementara.
"Semangat kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya menghadirkan fasilitas yang lebih baik, tetapi juga mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Harapan kami, manfaat seperti ini dapat terus dirasakan di masa mendatang," tutupnya.(*)
Editor :Iskandar