Rela Korbankan Gaji dan Tunjangan Sebulan, Thungari Siapkan Reward untuk Pejabat Kapitalaung Terbaik
Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe Michael Thungari saat melantik dan mengambil sumpah Pejabat Kapitalaung. Kamis (13/8/2026).
SIGAPNEWS.CO.ID | SANGIHE — Lima bulan mungkin terasa singkat untuk membuktikan sebuah pengabdian. Namun bagi 97 Penjabat Kapitalaung yang baru dilantik, waktu tersebut justru menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa jabatan bukan tentang siapa yang harus dilayani, melainkan seberapa jauh mereka mampu melayani masyarakat.
Ada sesuatu yang menarik di balik amanah lima bulan itu. Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari menyatakan kesediaannya mengorbankan gaji dan tunjangannya selama satu bulan sebagai penghargaan bagi Penjabat Kapitalaung terbaik di masing-masing kecamatan.
Pernyataan itu disampaikan Thungari saat mengambil sumpah dan melantik 97 Penjabat Kapitalaung di Papanuhung Santiago Tampungang Lawo, Kamis (13/8/2026). Penghargaan tersebut bukan diberikan begitu saja. Para Penjabat Kapitalaung akan dinilai berdasarkan kinerja mereka selama menjalankan amanah, dengan melibatkan camat, Inspektorat, Dinas PMD, bagian pemerintahan serta Bupati.
"Saya pribadi akan membuat penghargaan bagi setiap kepala desa yang terbaik di kecamatan masing-masing. Yang akan menilai nanti camatnya, Inspektorat, PMD, bagian pemerintahan dan saya sendiri," kata Thungari.
Ia bahkan menyebut bobot masing-masing penilaian yang juga melibatkan dirinya sebesar 20 persen.
"Saya mau korbankan gaji dan tunjangan Bupati satu bulan untuk itu," tegasnya.
Ke-97 Penjabat Kapitalaung tersebut dilantik setelah masa jabatan Kapitalaung definitif di 97 kampung berakhir. Mereka akan menjalankan roda pemerintahan kampung sampai proses pemilihan Kapitalaung definitif dilaksanakan.
Dengan masa tugas yang diperkirakan hanya sekitar lima bulan, Thungari meminta para Penjabat Kapitalaung tidak menganggap pelantikan tersebut sebagai sekadar pergantian jabatan administratif.
Ada pekerjaan besar yang harus dilakukan. Mulai dari membenahi administrasi pemerintahan dan keuangan, meningkatkan disiplin perangkat kampung, memperbaiki pelayanan masyarakat, menata aset kampung hingga memastikan program yang dibiayai dana desa benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat.
"Dana desa adalah amanah masyarakat yang harus dikelola secara transparan, akuntabel dan berorientasi pada hasil dan kepentingan masyarakat seluruhnya," ujarnya.
Thungari juga mengingatkan agar tidak ada lagi masyarakat yang dipilah berdasarkan latar belakang ekonomi, golongan, jabatan maupun pilihan politik ketika pemerintah kampung menjalankan pelayanan maupun musyawarah pembangunan.
Menurutnya, setiap warga memiliki hak yang sama untuk didengar dan dilibatkan dalam proses pembangunan kampung. Bupati juga meminta para Penjabat Kapitalaung turun langsung menemui masyarakat.
Mereka diminta melakukan kunjungan dan dialog dengan seluruh lapisan masyarakat untuk mengetahui kebutuhan yang benar-benar mendesak, kemudian menjadikannya sebagai bahan penyusunan program.
Persoalan infrastruktur, bantuan ketahanan pangan yang belum tepat sasaran hingga kebutuhan air bersih di tengah kondisi kekeringan menjadi sejumlah hal yang harus mendapat perhatian.
"Selama lima bulan ini mohon diteliti betul kebutuhan kampung dan masukan pada RKPDes tahun depan. Kita sekarang sedang memasuki masa kekeringan, jadi bisa dianggarkan untuk air bersih untuk kebutuhan warga," pesannya.
Tak kalah penting, para Penjabat Kapitalaung diminta memastikan seluruh tahapan menuju pemilihan Kapitalaung definitif berjalan tertib, transparan dan sesuai regulasi.
Mereka juga harus memaksimalkan sisa anggaran tahun berjalan, termasuk membantu menyelesaikan persoalan administrasi bagi kampung yang dana desanya belum dapat dicairkan.
Dalam kesempatan tersebut, Thungari juga menyampaikan penghargaan kepada para Kapitalaung yang telah menyelesaikan masa jabatan. Ia mengapresiasi tenaga, pikiran dan pengabdian yang telah diberikan selama memimpin kampung masing-masing.
Menurutnya, berakhirnya masa jabatan tidak berarti berakhirnya pengabdian kepada masyarakat. Sementara kepada para Penjabat Kapitalaung yang baru, ia menitipkan pesan agar meneruskan hal-hal baik dari pemerintahan sebelumnya sekaligus memperbaiki kekurangan yang masih ada.
Pemerintah daerah juga akan menyiapkan sertifikat dan pin atau lencana bagi mereka yang dinilai mampu menjalankan tugas dengan baik selama lima bulan masa pengabdian. Bahkan, penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari rekam jejak dan apresiasi atas kinerja mereka ke depan.
"Saya tahu tugas seorang Penjabat Kapitalaung berat. Gaji dan tunjangannya kecil, harapan masyarakat besar," ungkap Thungari.
Karena itu, ia berharap para Penjabat Kapitalaung mampu menjadikan lima bulan tersebut sebagai kesempatan untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat. Ia mengingatkan bahwa pejabat bukanlah sosok yang harus selalu dilayani.
"Sudah bukan zamannya lagi seorang pejabat itu kelihatan harus dilayani dan bermegah-megah di depan masyarakat. Zaman itu sudah berubah. Sekarang zamannya kita setara dengan masyarakat, menjadi pelayan seutuhnya," tegasnya.
Bagi Thungari, masyarakat harus menjadi pusat dari seluruh kerja pemerintahan.
"Jabatan ini bukan hak yang istimewa, melainkan tanggung jawab. Dana desa bukan milik pemerintah kampung, melainkan milik masyarakat. Dan kekuasaan bukan untuk dilayani, tapi untuk melayani."
Kini, 97 Penjabat Kapitalaung memiliki waktu sekitar lima bulan untuk membuktikan pesan tersebut. Dan di ujung masa tugas itu, bukan hanya sertifikat dan lencana yang menanti. Ada penghargaan khusus yang dijanjikan Bupati bahkan bersumber dari gaji dan tunjangannya sendiri selama satu bulan bagi mereka yang dinilai mampu menjadi Penjabat Kapitalaung terbaik di kecamatannya.
Siapa yang akan menjadi yang terbaik? Lima bulan ke depan yang akan menjawabnya.(*)
Editor :Iskandar