Adhiyaksa Automoto Drag Race Sangihe Ditunda, Panitia Pilih Berempati
Ketua Panitia Adhiyaksa AMDR, Rahmat Syaputra, S.H.,
SIGAPNEWS.CO.ID | SANGIHE – Gemuruh mesin yang sedianya akan terdengar di Kabupaten Kepulauan Sangihe pada akhir Agustus mendatang harus ditunda. Bukan karena persoalan kesiapan, melainkan karena alasan kemanusiaan. Panitia Adhiyaksa Automoto Drag Race (AMDR) Sangihe memutuskan menunda pelaksanaan event yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada 28 hingga 30 Agustus 2026.
Keputusan tersebut disampaikan Ketua Panitia Adhiyaksa AMDR, Rahmat Syaputra, S.H., saat dikonfirmasi di Sekretariat Panitia, Selasa (11/8/2026). Rahmat mengatakan, penundaan dilakukan sebagai bentuk empati atas musibah yang terjadi dalam event serupa di Kotamobagu, yang masih berada dalam satu provinsi dengan Kabupaten Kepulauan Sangihe.
“Kami menunda karena adanya musibah yang terjadi pada event yang sama di Kotamobagu. Kami selaku panitia Adhiyaksa AMDR yang ada di Sangihe merasa harus menunda karena empati terhadap para korban dan keluarga,” ujar Rahmat.
Menurutnya, keputusan tersebut bukan karena panitia belum siap menggelar kegiatan. Justru, berbagai persiapan disebut telah mencapai sekitar 90 persen, termasuk proses perizinan dan kesiapan lokasi.
Panitia juga telah mendapatkan izin dari Polda Sulut serta rekomendasi dari Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sulawesi Utara terkait kelayakan lokasi Pelabuhan Tua Tahuna (Peltu) sebagai sirkuit nonpermanen untuk pelaksanaan event tersebut.
“Kalau secara kepanitiaan, persiapan sudah mencapai 90 persen. Baik perizinan dari Polda maupun kelayakan sirkuit yang sebelumnya disurvei teman-teman IMI Provinsi,” jelasnya.
Rahmat menambahkan, sebelumnya panitia bahkan telah merencanakan latihan bersama pada 19 Agustus 2026, setelah izin dari Polda Sulut dan rekomendasi IMI terkait kelayakan sirkuit diterbitkan.
Namun, perkembangan situasi dan pertimbangan kemanusiaan membuat panitia memilih mengambil langkah penundaan. Hingga Selasa (11/8/2026), kata Rahmat, belum ada surat resmi dari IMI terkait penundaan event tersebut. Meski demikian, panitia secara inisiatif akan menyampaikan surat kepada IMI mengenai keputusan penundaan pelaksanaan Adhiyaksa AMDR Sangihe.
“Kami hari ini akan berkirim surat secara kepanitiaan kepada IMI karena kami ingin menunda event tersebut. Menurut kami sebagai panitia dan penyelenggara di sini, kami merasa sangat berempati terkait kejadian dan musibah yang terjadi di Kotamobagu,” ungkapnya.
Bagi panitia, keputusan menunda event bukan berarti menghilangkan semangat olahraga otomotif yang selama ini menjadi bagian dari komunitas. Sebaliknya, keputusan itu menjadi bentuk solidaritas kepada sesama pecinta otomotif yang tengah menghadapi duka.
Sebab, bagi mereka, dunia otomotif bukan hanya tentang kecepatan dan persaingan di lintasan. Ada rasa persaudaraan yang mengikat para penggemarnya, termasuk ketika salah satu bagian dari komunitas sedang mengalami musibah.
“Kalau menurut hobi itu, Salam Satu Aspal, Satu Rasa,” kata Rahmat.
Dengan keputusan tersebut, Adhiyaksa AMDR Sangihe untuk sementara menepi dari lintasan. Mesin boleh ditunda untuk meraung, tetapi rasa solidaritas justru menjadi hal yang lebih dulu dinyalakan.(*)
Editor :Iskandar