Bantuan di Ujung Masa Jabatan, Irwanto Adilang Tinggalkan Jejak Tak Terlupakan di Petta Timur
Penyaluran bantuan kepada kelompok nelayan pada Senin (10/8/2026)
SIGAPNEWS.CO.ID | SANGIHE — Bukan sekadar penyerahan bantuan. Bagi masyarakat Kampung Petta Timur, Kecamatan Tabukan Utara, penyaluran bantuan kepada kelompok nelayan pada Senin (10/8/2026) menjadi salah satu catatan di penghujung masa kepemimpinan Kapitalaung Petta Timur, Irwanto Adilang.
Bantuan tersebut merupakan program ketahanan pangan subbidang kelautan dan perikanan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Kampung (APB Kampung) Petta Timur Tahun Anggaran 2026. Dalam penyaluran itu, dua kelompok nelayan menerima bantuan berupa satu unit mesin gantung 15 PK merek Suzuki dan dua unit jaring.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Ketua Majelis Tua-Tua Kampung (MTK), perwakilan tokoh masyarakat, perwakilan Lanal Tahuna selaku pembina Kampung Petta Timur, aparat kampung, serta kelompok nelayan penerima bantuan.
Dalam sambutannya, Irwanto Adilang menjelaskan bahwa bantuan tersebut telah melalui proses perencanaan dan dianggarkan dalam APB Kampung Tahun 2026. Ia mengatakan, meski penyaluran dilaksanakan secara sederhana, keterlibatan sejumlah unsur masyarakat tetap diperlukan sebagai bagian dari keterbukaan pemerintah kampung.
“Walaupun acaranya cukup sederhana, tetap harus dilaksanakan dan diketahui oleh semua pihak. Ini merupakan bagian dari keterbukaan atau transparansi,” ujar Irwanto.
Menurutnya, bantuan melalui program ketahanan pangan subbidang kelautan dan perikanan diberikan dalam bentuk kelompok karena keterbatasan anggaran. Ia berharap kebutuhan kelompok nelayan maupun sektor lainnya dapat kembali diusulkan melalui proses perencanaan kampung pada tahun-tahun berikutnya.
“Tujuan dari dana desa ini untuk mensejahterakan masyarakat yang ada di desa atau kampung,” katanya.
Ada alasan tersendiri mengapa penyaluran bantuan tersebut dikejar untuk dilaksanakan pada Senin. Irwanto menjelaskan, dirinya akan memasuki masa cuti selama dua hari, yakni 11 dan 12 Agustus 2026, dalam rangka menghadapi Pilkapita serentak pada 21 Oktober 2026 mendatang. Setelah masa cuti berakhir, pada 13 Agustus, kepemimpinan Kampung Petta Timur selanjutnya akan memasuki tahapan baru.
Karena itu, sebelum masa cuti dimulai, pemerintah kampung berupaya memastikan bantuan yang telah direncanakan dapat disalurkan kepada kelompok penerima.
“Karena itu hari ini kami berusaha melaksanakan atau menyalurkan proses bantuan ini karena masih tanggung jawab kami sebagai pemerintah kampung,” ungkapnya.
Di tengah momentum pergantian kepemimpinan tersebut, Irwanto berharap siapapun yang nantinya dipercaya memimpin Petta Timur dapat melanjutkan program yang telah direncanakan dan membangun komunikasi dengan masyarakat serta para pemangku kepentingan.
“Harapan saya, siapapun jadi pejabat di Petta Timur bisa berbaur dengan masyarakat, terutama dengan stakeholder. Apa yang menjadi perencanaan atau proses yang berkelanjutan tetap dapat kita lanjutkan dan laksanakan sebaik-baiknya demi kemajuan masyarakat Petta Timur,” harapnya.
Bagi masyarakat penerima, bantuan tersebut memiliki arti tersendiri. Perwakilan masyarakat menyampaikan apresiasi kepada Irwanto Adilang dan jajaran pemerintah kampung atas perhatian terhadap kebutuhan warga selama masa kepemimpinannya.
“Atas nama masyarakat mengucapkan banyak terima kasih kepada Kapitalaung dan perangkatnya. Mudah-mudahan ke depannya, siapapun Kapitalaung-nya, program ini terus dan tidak putus,” ungkap perwakilan masyarakat.
Hal senada disampaikan salah satu penerima bantuan. Ia menilai perhatian pemerintah kampung terhadap warga yang membutuhkan menjadi salah satu hal yang dirasakan masyarakat selama kepemimpinan Irwanto.
“Selama kepemimpinannya sangat berjasa bagi kami. Beliau selalu memperhatikan warga yang sangat membutuhkan seperti kami. Semoga bisa terpilih kembali menjadi Kapitalaung Petta Timur,” ujarnya.
Kini, setelah bantuan diserahkan, harapan masyarakat tidak berhenti pada bantuan yang diterima hari ini. Mereka berharap program pemberdayaan kelompok nelayan dapat terus berlanjut, siapapun yang nantinya memimpin Kampung Petta Timur.
Bagi kelompok nelayan, mesin dan jaring yang diterima bukan hanya bantuan, tetapi juga modal untuk terus bergerak, bekerja, dan menopang kehidupan keluarga dari laut.
Di tengah pergantian kepemimpinan yang semakin dekat, keberlanjutan program dan perhatian terhadap masyarakat menjadi bagian lain dari cerita Petta Timur.(*)
Editor :Iskandar