Saat Informasi Menjadi Senjata, Senkom Sulut Bekali Personel Hadapi Perang Kognitif
Ketua Senkom Mitra Polri Bolaang Mongondow menerima Hadiah dari Kepala Pusat Bela Negara Bacadnas Kemhan RI Brigjen TNI Luhut Marpaung, S.I.P., M.Han.
SIGAPNEWS.CO.ID | TOMOHON — Perkembangan teknologi informasi membuat tantangan di tengah masyarakat tidak lagi hanya berada di ruang fisik. Ruang digital kini turut menjadi perhatian dalam Latihan Kader Bela Negara Tahun 2026 yang diikuti 30 personel Senkom Mitra Polri Sulawesi Utara.
Latihan yang berlangsung di Rindam XIII/Merdeka, Tomohon, Selasa (29/9/2026), menjadi bagian dari kegiatan yang digelar Badan Cadangan Nasional (Bacadnas) Kementerian Pertahanan RI. Salah satu materi yang mendapat perhatian peserta adalah perang kognitif dan ketahanan di ruang digital.
Kepala Pusat Bela Negara Bacadnas Kemhan RI Brigjen TNI Luhut Marpaung, S.I.P., M.Han., menjelaskan bahwa perang kognitif berkaitan dengan upaya memengaruhi pola pikir masyarakat melalui berbagai mekanisme, termasuk yang bekerja melalui media sosial dan ruang digital.
Menurutnya, perkembangan digital memiliki manfaat besar, namun di sisi lain juga membawa tantangan terhadap kemampuan masyarakat dalam memilah informasi. Karena itu, literasi digital dinilai penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak benar atau tidak utuh.
Ketua Provinsi Senkom Mitra Polri Sulawesi Utara M. Amin Muslim, S.Kom., mengatakan materi tersebut memiliki keterkaitan dengan aktivitas personel Senkom yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.
“Di tengah perkembangan teknologi informasi, personel Senkom harus memiliki kemampuan menyaring informasi, tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, dan tidak ikut menyebarkan disinformasi,” kata M. Amin.
Ia mengatakan kemampuan menggunakan media digital secara bertanggung jawab menjadi bagian penting dari pengabdian personel Senkom. Terlebih, informasi yang beredar di media sosial dapat dengan cepat diterima dan diteruskan oleh masyarakat.
“Materi tentang perang kognitif dan literasi digital menjadi bekal penting bagi personel Senkom. Kami berharap anggota dapat menerapkan pengetahuan ini dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam menjalankan peran organisasi di tengah masyarakat,” ujarnya.
Selain materi perang kognitif, peserta juga mendapatkan pembekalan yang mengacu pada modul kesadaran bela negara, termasuk empat konteks dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.
Latihan yang berlangsung 29 September hingga 1 Oktober 2026 tersebut diikuti 310 peserta dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari ASN, buruh hingga sektor swasta.
Bagi Senkom Mitra Polri Sulawesi Utara, pembekalan ini menjadi bagian dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia organisasi agar personel tidak hanya memiliki wawasan kebangsaan, tetapi juga mampu menghadapi dinamika informasi di tengah perkembangan teknologi.
“Senkom Mitra Polri akan terus mendorong personel untuk meningkatkan kompetensi, menjaga persatuan, membantu menciptakan situasi yang kondusif, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” pungkas M. Amin.
Latihan Kader Bela Negara 2026 dijadwalkan berlangsung hingga 1 Oktober 2026 di Rindam XIII/Merdeka, Tomohon. (*)
Editor :Iskandar