Oksigen Jadi Perhatian, RS Liun Kendage Bidik Instalasi Sentral untuk Pasien
Direktur RSUD Liun Kendage Tahuna, dr. Polideng Markus Dalawir
SIGAPNEWS.CO.ID | SANGIHE – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Liun Kendage Tahuna terus mencari terobosan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, salah satunya melalui rencana pembangunan instalasi oksigen sentral yang memungkinkan oksigen tersedia langsung di tempat tidur pasien.
Direktur RSUD Liun Kendage Tahuna, dr. Polideng Markus Dalawir, mengungkapkan hal tersebut saat diwawancarai usai mengikuti upacara bendera memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Gelora Santiago Tahuna, Senin (17/8/2026).
Menurut Dalawir, kebutuhan akan instalasi oksigen sentral menjadi salah satu perhatian penting dalam upaya membawa pelayanan RS Liun Kendage menuju standar rumah sakit di daerah yang lebih maju.
Ia menjelaskan, sebelumnya Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui rumah sakit bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) telah berupaya mencari investor untuk mendukung sistem oksigen tersebut. Bahkan, proposal yang diajukan dalam sebuah ajang perlombaan berhasil meraih penghargaan.
“Proposalnya yang juara. Kami juga berharap rumah sakit di daerah maju seperti di Awalui Tateli, oksigen itu sudah dekat dengan tempat tidur. Saat diperlukan tinggal dipakai, seperti instalasi air,” ujar Dalawir.
Konsep tersebut, kata dia, diharapkan dapat mengubah pola pelayanan oksigen yang selama ini masih mengandalkan tabung yang harus disiapkan dan didorong menuju tempat tidur pasien.
Dengan instalasi oksigen sentral, kebutuhan pasien dapat langsung terlayani melalui jaringan oksigen yang tersedia di setiap tempat tidur.
Dalawir mengatakan, pihak rumah sakit akan terus mencari berbagai sumber dukungan untuk merealisasikan sistem tersebut, baik melalui investor, Kementerian Kesehatan, hibah maupun Dana Alokasi Khusus (DAK).
Menurutnya, keberadaan instalasi oksigen sentral bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga menyangkut kecepatan dan efektivitas pelayanan kepada pasien.
“Kalau sudah ada investasi penambahan instalasi, tinggal dipakai. Kami sebagai petugas kesehatan tidak lagi ribut dalam grup karena penggunaan oksigen atau pasien sudah lama menunggu,” katanya.
Terkait informasi mengenai keterbatasan oksigen di rumah sakit, Dalawir menjelaskan bahwa penyediaan oksigen saat ini dilakukan melalui kerja sama operasional (KSO) dengan pihak penyedia. Pihak rumah sakit membayar sesuai harga tabung oksigen setiap bulan, dengan masa kontrak yang masih berjalan hingga tahun depan.
Namun, persoalan muncul karena mesin produksi oksigen yang digunakan telah berusia sekitar tujuh tahun dan mengalami penurunan kemampuan produksi.
Jika sebelumnya produksi dapat mencapai sekitar 50 tabung, kini jumlah produksi harus dikurangi untuk menjaga kondisi mesin agar tidak mengalami kerusakan.
“Sekarang setiap hari kapasitas pemakaian sekitar 20 sampai 24 tabung. Kalau 24 tabung berarti 24 orang pasien. Begitu ada pasien ke-25 masuk, kami kembali ribut karena capaian produksi dan orang yang mengisi oksigen sudah tidak ada lagi untuk pasien ke 26, 27 dan seterusnya," jelasnya.
Kondisi tersebut membuat pihak rumah sakit harus mencari solusi agar pelayanan pasien tetap berjalan. Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah meminjam tabung oksigen dari RSUD Liung Paduli. Sejak sekitar Juli 2026, sebanyak kurang lebih 17 tabung telah dipinjamkan oleh pihak RSUD Liung Paduli.
Meski demikian, jumlah tersebut belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan karena kebutuhan oksigen sangat bergantung pada jumlah pasien yang datang dan kebutuhan masing-masing pasien.
“Karna kami tidak tahu ada berapa pasien berikut yang masuk,” katanya.
Memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Dalawir berharap RSUD Liun Kendage Tahuna dapat terus menikmati hasil pembangunan dan kemerdekaan melalui peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
Ia menegaskan, tenaga kesehatan di RS Liun Kendage akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik agar masyarakat Sangihe mendapatkan standar pelayanan yang tidak kalah dengan masyarakat di daerah-daerah yang lebih maju.
“Harapan kami, Rumah Sakit Liun Kendage Tahuna akan terus menikmati hasil kemerdekaan sebagaimana masyarakat di Pulau Jawa dan daerah maju. Kami para petugas akan berusaha lebih keras sebagai bagian dari perjuangan, sehingga masyarakat mendapat pelayanan yang sama sesuai standar di kota-kota besar,” pungkasnya.(*)
Editor :Iskandar