Ketua Dewan Adat Sangihe Angkat Bicara Soal Bantuan Penambang Ilegal
Ketua Dewan Adat Kabupaten Kepulauan Sangihe, Lukman Makapuas Dalam wawancara bersama RRI Tahuna, Kamis (15/1/2026),
SIGAPNEWS.CO.ID | SANGIHE — Ketua Dewan Adat Sangihe, Lukman Makapuas, akhirnya angkat bicara menanggapi informasi yang beredar luas di media sosial terkait tudingan bahwa Dewan Adat Sangihe menerima bantuan dari penambang ilegal.
Dalam wawancara bersama RRI Tahuna, Kamis (15/1/2026), Lukman menegaskan bahwa tudingan tersebut perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Menurutnya, Dewan Adat Sangihe sama sekali tidak mengetahui apabila pihak yang memberikan bantuan kepada dewan adat merupakan penambang ilegal. Ia menekankan bahwa dewan adat selama ini bersikap terbuka menerima bantuan dari siapa saja yang datang dengan niat tulus untuk mendukung kegiatan adat dan pelestarian budaya Sangihe.
"Dewan adat tidak pernah meminta bantuan kepada siapa pun. Bantuan yang datang murni atas dasar kerelaan dan ketulusan hati para pecinta budaya," ujar Lukman.
Lukman juga menegaskan bahwa Dewan Adat Sangihe tidak pernah melakukan verifikasi latar belakang secara khusus terhadap setiap pihak yang memberikan bantuan. Menurutnya, selama ini dewan adat memandang setiap individu yang datang membantu sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap budaya Sangihe.
"Kami tidak menganggap mereka sebagai perusak lingkungan, tetapi sebagai masyarakat yang mencintai budaya Sangihe. Fokus kami adalah menjaga dan melestarikan adat, bukan menilai latar belakang profesi orang yang membantu," jelasnya.
Ia menambahkan, keberadaan Dewan Adat Sangihe murni bergerak di bidang adat dan budaya, bukan dalam ranah aktivitas pertambangan maupun urusan hukum. Oleh karena itu, Lukman berharap publik dapat memahami posisi dewan adat secara objektif.
"Isu yang beredar di media sosial perlu disikapi dengan bijak. Jangan sampai tudingan yang tidak utuh justru mencederai upaya pelestarian adat dan budaya yang selama ini kami jaga bersama," pungkas Lukman.
Dewan Adat Sangihe berharap tidak ada lagi polemik yang berkembang tanpa dasar, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga marwah adat dan budaya Sangihe.(*)
Editor :Iskandar