Dua Kali Bantu Pembangunan Masjid Al-Ikhlas, LDII Kotamobagu Salurkan 150 Ujung Besi
Dua Kali Bantu Pembangunan Masjid Al-Ikhlas, LDII Kotamobagu Salurkan 150 Ujung Besi
SIGAPNEWS.CO.ID | KOTAMOBAGU – Kepedulian terhadap pembangunan rumah ibadah kembali ditunjukkan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Kotamobagu. Untuk kedua kalinya, organisasi tersebut menyalurkan bantuan material bagi pembangunan Masjid Al-Ikhlas di Kelurahan Mongondow, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Sabtu (31/10/2026).
Kali ini, bantuan yang diberikan berupa 150 ujung besi beton, masing-masing 50 ujung ukuran 12 mm, 50 ujung ukuran 10 mm, dan 50 ujung ukuran 8 mm. Material tersebut diharapkan dapat membantu memperlancar proses pembangunan masjid yang kini telah mencapai sekitar 65 persen.
Bantuan diserahkan langsung Ketua DPD LDII Kota Kotamobagu, Musa Tungkagi, S.Pd.I, didampingi Bidang Pendidikan dan Dakwah, Nasrulloh, S.Pd. Penyerahan diterima Lurah Mongondow, Hasyim Golonggom, S.Pd., bersama pengurus dan panitia pembangunan masjid.
Bagi masyarakat Mongondow, dukungan tersebut bukan sekadar tambahan material bangunan, tetapi juga menjadi wujud kebersamaan dalam mewujudkan rumah ibadah yang nantinya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas.
Lurah Mongondow, Hasyim Golonggom, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kepedulian warga serta pengurus LDII yang kembali memberikan bantuan. Menurutnya, ini merupakan bantuan kedua dari LDII Kota Kotamobagu untuk kelanjutan pembangunan Masjid Al-Ikhlas.
"Kami sangat bersyukur, Alhamdulillah, warga jamaah LDII Kota Kotamobagu melalui pengurusnya untuk kedua kalinya memberikan bantuan besi sebanyak 150 ujung untuk kelanjutan pembangunan masjid kebanggaan masyarakat Kelurahan Mongondow," ungkap Hasyim.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pengurus dan warga LDII atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat setempat.
"Terima kasih yang tak terhingga dari pemerintah dan masyarakat Kelurahan Mongondow kepada pengurus dan warga LDII Kota Kotamobagu. Kami juga menyampaikan ungkapan syukur secara adat, Moanto. Semoga bantuan ini menjadi amal jariyah yang berlipat ganda di sisi Allah SWT. Harapan kami, hubungan baik yang telah terbangun ini akan terus terjaga sampai seterusnya," tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Kota Kotamobagu, Musa Tungkagi, mengatakan bahwa kontribusi tersebut merupakan bagian dari kepedulian sosial organisasi sekaligus bentuk pengamalan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia menegaskan, peran LDII tidak hanya terbatas pada pembinaan keagamaan, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
"Alhamdulillah, kami bersyukur LDII Kota Kotamobagu kembali diberikan kesempatan untuk berkontribusi dalam pembangunan Masjid Al-Ikhlas. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan semangat gotong royong warga LDII. Kami berharap material yang diberikan dapat membantu memperlancar proses pembangunan sehingga masjid ini segera dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat," ujar Musa.
Musa menambahkan, LDII terus berupaya membangun hubungan harmonis dan memperkuat kerja sama dengan pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, serta berbagai elemen masyarakat.
Semangat ta'awun atau saling membantu dalam kebaikan, menurutnya, menjadi salah satu nilai yang perlu terus dikembangkan untuk memperkuat persaudaraan, kerukunan, dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Dari sisi pembinaan keagamaan, Nasrulloh menjelaskan bahwa dukungan terhadap pembangunan masjid merupakan bagian dari pengamalan ajaran Islam, khususnya dalam memperkuat ukhuwah Islamiah dan semangat tolong-menolong.
"Masjid bukan hanya menjadi tempat untuk melaksanakan ibadah, tetapi juga pusat pembinaan umat, pendidikan keagamaan, dan mempererat tali silaturahim. Karena itu, sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mendukung pembangunan dan memakmurkan masjid," tuturnya.
Ia berharap bantuan tersebut menjadi amal jariyah bagi seluruh warga LDII yang telah berpartisipasi sekaligus membawa keberkahan bagi masyarakat.
Kontribusi LDII Kota Kotamobagu ini memperlihatkan bahwa kepedulian terhadap kehidupan beragama dapat diwujudkan melalui kerja nyata dan kebersamaan lintas elemen masyarakat.
Lebih dari sekadar bantuan material, dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara organisasi kemasyarakatan, pemerintah kelurahan, dan warga dalam membangun lingkungan yang rukun, religius, serta harmonis.
Dengan semangat gotong royong dan saling membantu, pembangunan Masjid Al-Ikhlas diharapkan dapat segera diselesaikan dan menjadi pusat ibadah sekaligus pembinaan umat bagi masyarakat Kelurahan Mongondow. (*)
Editor :Iskandar







